× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Menutup Akhir Tahun, Elnusa Petrofin Kembangkan UMKM Desa Antiga Bali

By Redaksi
Workshop Produksi VCO oleh Elnusa Petrofin. Foto : Istimewa

Menutup tahun 2019, Elnusa Petrofin menggelar serangkaian kegiatan Corporate Social Responsbility (CSR) di Balai Desa Antiga, Manggis, Karangasem, Bali. Kegiatan ini berlangsung pada minggu terakhir Desember dan diikuti warga di sekitar wilayah operasional Elnusa Petrofin unit Integrated Fuel Terminal Manggis.

Melihat potensi wilayah sekitar operasional yang notabene dari perkebunan kelapa, acara mengusung kegiatan workshop Pemberdayaan UMKM Produk Kelapa. Pelatihan terkait produksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 60 warga Antiga, sebagian besar ibu-ibu rumah tangga, mendapat sambutan baik dari Perbekel atau Kepala Desa, I Wayan Madra.

I Wayan Madra menilai, kegiatan yang pelatihan ini sangat bernilai positif karena menambah wawasan keilmuan ekonomi warga dan beharap warganya bisa turut memproduksi VCO. Dengannya, hasil bumi seperti kelapa untuk bahan baku minyak dapat mendorong perekonomian masyarakat sekitar Integrated Fuel Terminal Manggis, khususnya di desa Antiga.

Selain Pemerintah Desa Antiga, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Manager Integrated Fuel Terminal Manggis Bambang Suprijono dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Wilayah Antiga, Manggis. Pelaku UKM Nyoman Sudiambun dan I Gede Sumadi yang didapuk sebagai pemateri pun menyampaikan bahwa kegiatan workshop pembuatan VCO menjadi salah satu alternatif pengelolaan kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.

Kepedulian Elnusa Petrofin dalam menginisiasi kegiatan ini patut disyukuri. Serangkaian acara ini di isi dengan penjelasan VCO, bagaimana pembuatannya, pemasaran produk dan pembentukan kelompok rumah saat penutupan acara.

Di tempat terpisah, Haris Syahrudin selaku Direktur Utama Elnusa Petrofin menyampaikan, pihaknya sangat bersyukur karena kegiatan  CSR #PetrofinPeduli ini mendapat respon positif dari masyarakat sekitar baik dari warga maupun dari pemerintah dan dinas setempat.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]