× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Menuju Desa Wisata dengan Memilah Sampah

By Redaksi
Dok. PT TPL

Parmaksian – Majalahcsr. Kebersihan menjadi salah satu daya tarik wisata. Hal ini juga harus dilakukan oleh warganya agar lingkungan senantiasa bersih dan sedap dipandang mata.

Cita-cita Dusun III, Desa Siantar Utara Kecamatan Parmaksian menjadi desa wisata terus didukung oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL). Dukungan ini diwujudkan dengan mengadakan penyuluhan dan memilah sampah organik dan non organik.

Warga Dusun III sangat antusias dalam penyuluhan pengelolaan sampah yang yang disampaikan langsung oleh Manager CD (Community Development/Pemberdayaan Masyarakat) TPL Ramida Siringo-ringo, dan Koordinator CD TPL, Meriah Tinambunan. Mereka yakin Dusun III bisa menjadi lebih bersih dan asri.

“Ini menjadi awal yang baik untuk menjadikan Dusun III sebagai Kampung Wisata. Hal ini juga sesuai dengan visi dan misi perusahaan, yakni good for community (baik untuk masyarakat) dan good for climate (baik untuk iklim dan lingkungan),” ujar Ramida Siringoringo dalam keterangan resminya, rabu (31/1).

Dok. PT TPL

Kepala Desa Siantar Utara (Siruar), Rumondang Sitorus juga mengapresiasi kepedulian TPL untuk memberikan penyuluhan bagaimana memilah sampah organik dan non organik agar lingkungan di dusun III menjadi lebih bersih dan sehat. Hal senada diungkapkan Kepala Dusun III, Desa Siruar, Lesti Hutagaol, “Kami ingin dusun kami lebih bersih dan sehat karena warga sudah mulai mengerti untuk memilah sampah, tidak lagi membuang sampah sembarangan atau membakar sampahnya,” ujar Lesti.

Pada penyuluhan pengelolaan sampah yang diikuti oleh sekitar 30 orang warga Dusun III, PT TPL menayangkan video tentang bagaimana memilah sampah organik dan non organik. Selain itu warga yang dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi memberikan pendapat apa itu sampah, bagaimana cara memilah sampah yang baik dan benar, serta tujuan dari pemisahan sampah.

“Kami sekarang mengerti bahwa sampah seperti plastik atau kaleng tidak bisa dikubur di dalam tanah karena tidak bisa terurai. Kami sekarang paham bahwa sampah yang non-organik bisa didaur ulang dan dijadikan produk yang bisa memiliki nilai jual jika dibuat menjadi barang yang bagus,” ujar salah satu warga Dusun III, Maria Marpaung.

Penyuluhan tentang pengelolaan sampah ini merupakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat PT TPL di bidang kesehatan hal ini sejalan dengan rencana lima tahunan program CD PT TPL, yaitu kesehatan dan sanitasi.

Boleh dibilang nyaris semua masyarakat Indonesia pernah makan di warung makan semisal warung tegal atau warteg. Ya, warung makan biasanya penyelamat perut sekaligus kantong di saat lapar tapi dompet tipis. Namun, sayangnya warung makan biasanya cenderung berkonotasi miring dari sisi higienitas. Proses pengolahan menu yang buruk, bahan yang cederung asal-asalan, dan buruknya sanitasi selalu diidentikkan […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]