× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Menjaring Sampah Di Laut Untuk Hiasan

By Redaksi
Dok : eluxemagazine.com

London – Majalahcsr. Buang sampah tidak pada tempatnya tampaknya masih menjadi hal biasa di Indonesia. Padahal kebiasaan ini seharusnya bisa diajarkan sedari dini, sehingga akan menjadi kebiasaan bagi seseorang saat dirinya dewasa.

Tidak hanya di darat, sampah juga seringkali ditemukan di laut, dari plastik minuman hingga makanan instan. Tentunya tidak hanya merusak pemandangan, namun sampah ini pernah ditemukan didalam perut hewan yang terdampar di salah satu pantai.

Adanya fenomena tersebut membuat sepasang desainer asal London, Alexander Groves dan Azusa Murakami menciptakan sebuah metode untuk membuat perabotan unik untuk mengolah sampah plastik di laut. Melalui Studio Swine yang didirikannya, mereka berhasil membuat alat pengikat plastik portabel yang disebut Nurdler yang mampu mengubah sampah laut menjadi furnitur.

Dok : eluxemagazine.com

Seperti yang dilansir pada Eluxe Magazine, dan dikutip kembali dari Greeners.co, awalnya Grove dan Murakami memulai proyek Sea Chair atau kursi laut ini melalui kampanye Kickstarter di awal musim gugur. Kampanye tersebut berhasil membawa mereka berlayar dan mengumpulkan sampah di kawasan Samudra Atlantik Utara dengan menggunakan jaring ikan untuk mengumpulkan sampah-sampah yang berhasil mereka temukan di laut.

Proyek kursi laut menerima penghargaan emas di Biennale Design Slovenia 2013, dan sebuah film mengenai proyek tersebut memenangkan hadiah kedua di Cannes. Selain itu, seperti yang dilansir pada situs Studio Swine, mereka juga berhasil memberikan fakta-fakta yang menarik dalam upaya pengumpulan sampah plastik yang ada di laut selama beberapa dekade.

Studio Swine menawarkan aneka pernak-pernik dan furnitur yang terbuat dari sampah plastik di laut. Seperti yang dikatakan Groves dan Murakami, semakin banyak benda-benda yang dijual di Studio Swine, semakin banyak pula plastik yang harus mereka ekstrak dari lautan.

Dok : eluxemagazine.com

Grove dan Marukami berharap dengan Nurdler dan printer 3D buatannya bisa memberikan inspirasi kepada semua orang di seluruh dunia agar bisa membangun dan menggunakannya untuk membersihkan plastik dari pantai dan perairan setempat. Semakin banyak orang yang peduli terhadap lingkungan akan membantu mereka dalam upaya membersihkan lautan.

Perbincangan kami di Selasa (08/01/19) siang itu berlangsung santai. Venue di kedai kopi ternama di kawasan Kuningan turut pula mendukung obrolan ringan kami. Restu Pratiwi demikian nama lengkap tokoh MajalahCSR minggu ini. Mengaku menyenangi pekerjaannya yang berhubungan dengan pembangunan kemasyarakatan. Dia tercatat pernah menjadi konsultan sosial kemasyarakatan di berbagai lembaga/organisasi, baik swasta maupun nirlaba, nasional […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]