× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mengolah Hama Eceng Gondok di Bendungan Walahar

By Redaksi
Presentasi PT Pupuk Kudjang Berdayakan Masyarakat Bendungan Walahar Manfaatkan Eceng Gondok di Ajang PR Indonesia Award 2020, Kamis (5/3/2020). Foto : Istimewa

Tanaman eceng gondok kerap dicap sebagai gulma yang mengganggu perairan. Kecepatan pertumbuhannya yang “trengginas” dalam waktu singkat mampu menutupi perairan yang luas. Hal yang sama terjadi di Bendungan Walahar, Karawang. Bendungan ini merupakan salah satu ikon di Kabupaten Karawang. Namun, pesona bendungan terganggu dengan keberadaan ribuan eceng gondok di atas permukaan airnya. Kondisi ini bila dibiarkan, bakal menurunkan potensi wisata di Bendungan Walahar.

Keberadaan gulma itu menjadikan air bendungan dangkal. Selain itu, jumlah oksigen dalam air pun turut tergerus, sehingga mengganggu ikan yang ada di bendungan. Lalu lintas perairan pun turut terhambat karena terhalang eceng gondok yang tumbuh sangat invasif.

PT Pupuk Kudjang (PK), salah satu BUMN di Jawa Barat menyadari perihal ancaman eceng gondok ini terhadap ikon Karawang tersebut. PT PK yang juga memanfaatkan aliran sungai Citarum dalam operasionalnya, memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengolah hama tersebut menjadi produk yang bermanfaat.  Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan sosial.

Program yang dicanangkan diberi nama Kelompok Putri Putra Eceng Gondok. Program ini dimulai sejak 2017 lalu, dan masih berlangsung hingga 2 tahun ke depan. Eceng gondok yang mencemari perairan sungai citarum dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan handicraft atau kerajinan tangan. PT Pupuk Kudjang turut membidani lahirnya kelompok pengrajin eceng gondok bernama Putri Putra Eceng. Sebanyak 43 warga Desa Walahar bergabung dengan kelompok ini.

Ada sejumlah bantuan yang diberikan PT Pupuk Kudjang, mulai mesin pengering, mesin press, mesin jahit, mesin obras, dan melakukan pendampingan program. Di tahun ini, PT Pupuk Kudjang melakukan pendampingan kelompok dengan berupaya memperluas jaringan perluasan. Tahun berikutnya diupayakan pendirian koperasi dan forum.

Program ini sukses mengangkat martabat perempuan yang tadinya berprofesi sebagai perempuan malam di kafe-kafe lokal di pinggir jalan. Adanya lapangan kerja baru mendorong banyak orang terutama mereka yang awalnya pekerjaannya “mengganggu” masyarakat, mulai dari preman dan perempuan malam.

Hingga saat ini ada 86 orang penerima manfaat dengan pendapatan Rp 2,5 juta per orang. Sementara eceng gondok yang termanfaatkan bisa mencapai 2 – 4 ton per bulan, walhasil bisa mengurangi gulma ini di bendungan secara signifikan. Produk yang dihasilkan pun mulai tas etnik yang cantik dan pernik hias lainnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]