× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mengintip Calon Kampiun Indonesia Community Engagement Award 2018

Bagian I

By Redaksi

Menurut penilaian Anda di tengah kondisi bernegara sekarang, sudah seberapa peduli masyarakat kita satu sama lain?  Bila diberikan rentang interval nilai 1- 10 berapa kira-kira nilai yang pantas diberikan? Jawabannya bervariasi tergantung sudut pandang anda masing-masing. Namun faktanya adalah, melalui aksi yang dinamakan Community Engagement, sikap kepedulian antar masyarakat menunjukkan fenomena yang menggembirakan.

Setidaknya itu terlihat dari ajang penghargaan yang diselenggarakan majalahcsr.id, Indonesia Community Engagement Award  2018. Menampilkan para kontestan dari perusahaan maupun lembaga non komersil yang beradu program terbaik untuk memberdayakan komunitas masyarakat di sekitarnya atau di tempat lain.

Dari sekian banyak pihak yang mengajukan program terbaiknya, terpilih 14 diantaranya yang berhak menyandang kontestan. Program yang mereka miliki pun beragam, mulai dari pemberdayan masyarakat sekitar melalui pemahaman keberagaman, sampai dengan pemberian pendidikan pada masyarakat terpencil. Dari pemberdayaan karyawan, sampai menghibur sekaligus mengedukasi komunitas dengan sarana media “radioland”.

Mari kita intip program unggulan yang mereka sampaikan.

 

  1. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Sebagai wilayah yang berada pada pertemuan 3 lempeng benua yang aktif bergerak, Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia, Indonesia berada di atas kawasan sesar (patahan) yang beresiko mengundang bencana alam hidrometeorologi maupun geologi. Bencana besar tsunami di Palu dan Dongala, Sulawesi Tengah yang memakan korban 2.113 orang adalah contoh nyata Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Bencana pula yang berdampak pada munculnya kemiskinan baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga pemerintah non struktural, tergerak mengedukasi masyarakat untuk tanggap bencana.

BAZNAS melakukan pendampingan pada masyarakat Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, agar mereka secara mandiri dapat siap siaga terhadap bancana yang mengancam. Desa Sukakerti merupakan salah satu kawasan yang cukup terisolasi dimana becana banjir bandang dan longsor bisa menerjang setiap saat. Pihak BAZNAS tidak mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana, namun agar masyarakat siap selamat dari bencana.

 

  1. Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK)

Korupsi memang tidak ada habis-habisnya untuk dibahas di negara ini. Bangsa ini belum sepenuhnya pulih gerogotan penyakit mental tersebut. Dalam survei terbaru yang dilakukan Transparency International, Indonesia menempati peringkat 96 (dari 180 negara di dunia) pada Indeks Persepsi Korupsi 2017. Skor yang diperoleh Indonesia dalam daftar indeks tersebut adalah 37, masih sama seperti skor yang didapat Indonesia di tahun sebelumnya (Humas KPK). Kondisi yang memiriskan ini membuat sebagian masyarakat tergerak untuk saling mengingatkan potensi perilaku yang bisa berujung pada tindakan korupsi. Salah satunya adalah Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Berwal dari keprihatinan hasil survey bahwa di Jogja, hanya 4% orang tua yang mengajarkan praktek kejujuran pada anak. Perempuan dengan segala kelembutan dan kekuatannya dianggap bisa  melindungi keluarganya dari apapun termasuk perilaku koruptif.

SPAK memiliki agen yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, mulai dari Aceh hingga Papua. Profesi agen pun amat beragam mulai dari ibu rumah tangga, guru, dosen, pengusaha, pengacara, hakim, jaksa, staf pengadilan, staf kejaksaan, pengurus dan anggota PKK, pengurus dan anggota dharmawanita, PNS, istri polisi, istri TNI angkatan udara, istri TNI angkatan darat, istri TNI angkatan laut, LSM, istri jaksa, pemimpin agama, pemimpin masyarakat, difabel, wartawan, istri walikota, dll. Cara perekrutan agen adalah dengan merekomendasikan siapapun yang ingin terlibat dalam gerakan. Selain itu dengan melihat data-data dari berbagai lembaga sosial tentang orang-orang – berdasarkan track recordnya – bisa dirujuk jadi agen.

Menurut  Senior Manager for Transparency Accountability&Anti Corruption, Judhi Kristiantini, dampak dari gerakan SPAK ini mulai terasa dengan banyaknya masyarakat kaum perempuan yang lebih hati-hati dan kritis terhadap perilaku suaminya (seperti mempertanyakan amplop asal usul yang dibawa suami) dan menanamkan perilaku anti koruptif pada anak-anak dan lingkungannya.

 

  1. Edukasi Parlemen DPR RI

Pasca reformasi di tahun 2018 lalu, Indonesia mengalami “pergantian legitimasi kekuasaan”. Dari awalnya yang “executive minded”menjadi “legislative minded”. Akibatnya, tuntutan masyarakat terhadap lembaga legislatif jadi menguat. Konstitusi yang menyebut, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, ternyata belum sepenuhnya terwujud. Rakyat disebutkan belum memiliki wawasan politik yang memadai. Hal ini ditandai dengan masih rendahnya partisipasi publik dalam kegiatan politik, seperti pemilu.

Menurut Leidena Sekar Nagari, Pranata Humas di DPR RI, selain mengedukasi masyarakat untuk lebih paham sistem keparlemenan, program ini juga bertujuan mengimbangi informasi media yang beredar di masyarakat. Selain mengundang masyarakat untuk berkunjung ke gedung DPR RI, dilakukan pula permainan “role playing” bagi adik-adik pelajar yang hadir.  Perlakuan pun tentunya dibedakan berdasarkan latar belakang masyarakat yang datang. Bila mahasiswa yang berkundjung, maka pihak DPR bakal mengundang pakar di bidangnya untuk berdiskusi. Hingga akhir Oktober 2018 tercatat sudah 25.242 orang yang sudah berkunjung ke Parlemen RI.  Dampak yang dihasilkan, menurut Leidena, cukup signifikan, dimana  edukasi Parlemen menunjukkan, 84% responden memiliki inisiatif (kesadaran diri) untuk berpartisipasi politik.

 

  1. Juara Holcim – An Idea Competition

Tidak seperti era sebelumnya, perusahaan di jaman sekarang tak lagi memandang karyawan sebagai mesin penggerak usaha, melainkan bagian dari aset. Karena itulah, Holcim sebagai salah satu perusahaan modern di bidang bahan konstruksi memperlakukan karyawannya sebagai aset berharga bagi visi dan misi, serta kebijakan perusahaan. Perusahaan yang dinahkodai oleh Gary Schutz ini memiliki program yang bernama Juara Holcim – An Idea Competition: Bangkit Bersama. Program ini mengikutsertakan karyawan dalam peran mereka untuk kemajuan perusahaan. Caranya, Holcim menampung berbagai ide yang dicetuskan para karyawan melalui mekanisme yang sudah ditentukan. Dengan perlakuan ini, karyawan pun merasa menjadi bagian dan memiliki keterikatan secara emosional dengan Holcim. Menurut Ayu Gustina, presenter dari Holcim, manfaat dari program ini tidak hanya dari sisi kedekatan emosional  karyawan dan perusahaan, melainkan juga untuk menghilangkan “mentalitas silo” antar departemen dan terwujud mental bekerjasama.

Beneficiary ide-ide yang diusulkan karyawan boleh jadi untuk bagian penjualan, produksi, dll. Sehingga dikotomi ego antar departemen dapat berkurang. Perusahaan tidak membatasi ide-ide yang disampaikan. Jadi siapapun bisa dapat memberikan ide apapun. Ide-ide yang karena bakal diimplementasikan, tetap pada akhirnya harus disetujui oleh pihak beneficiary.  Ide-ide yang tidak hanya pribadi, juga kelompok bahkan lintas departemen, dapat juga menjadi bagian dari inovasi perusahaan mulai produk ataupun terobosan di bidang lainnya. Ide yang disampaikan karyawan akan dinilai oleh juri dari berbagai direktorat  yang terpilih untuk selanjutnya pada tahap final, para Board of Director bakal menilai dan menentukan ide mana yang paling layak diimplementasikan.

 

  1. Duta Holcim

Selain memiliki program Juara Holcim, Holcim pun punya program internal lain bernama Duta Holcim. Duta Holcim merupakan upaya perusahaan di tengah persaingan market bahan konstruksi yang makin ketat. Holcim melakukan terobosan untuk karyawannya berkesempatan menjadi Duta Holcim. Dibandingkan dengan Juara Holcim, Duta Holcim lebih pada sisi komersil. Mengapa ada program ini, bukankah perusahaan  sudah punya bagian sales? Program ini menangkap pangsa pasar Holcim dari sisi kedekatan. Secara psikis, informasi atau rekomendasi dari orang yang memiki kedekatan dengan kita (seperti teman, sahabat, saudara, atau sejawat), akan dapat lebih diterima dibanding orang lain yang menyampaikan. Pasar  inilah yang coba ditangkap oleh Holcim.

Berdasarkan survey yang disumberkan dari Holcim, 41% percaya diskusi dengan karyawan perusahaan terkait tentang produk lebih meyakinkan sumber informasinya. Atau seorang pelanggan mempunyai peluang sebesar 77% untuk melakukan pembelian jika dia mendapatkan informasi dari orang yang lebih dipercaya. Setiap karyawan yang berkeinginan mengikuti program harus lebih dahulu menjalani pelatihan. Diharapkan setelahnya, karyawan dapat mecari tahu kebutuhan calon pelanggan,  mereferensikannya kepada tim sales dan marketing, serta memonitor progress dari calon pelanggan tersebut.

Untuk tahapan dari mulai dari mendapatkan calon pelanggan sampai tahap pembelian rutin calon pelanggan, masing-masing akan diberi poin untuk mendapatkan rewar dari perusahaan. Tiga karyawan yang mendapatkan poin tertinggi, akan mendapatkan kesempatan masuk dalam media internal perusahaan dan juga local trip ke bersama keluarga ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.

 

  1. Removal Program dari Hero IKEA Indonesia

Anda punya barang furnitur bekas yang masih layak pakai? Ada 3 kemungkinan tindakan yang bisa anda ambil, menjualnya ke penadah barang bekas, membuangnya ke tempat pembuangan akhir, atau menyerahkan kepada mereka yang sekiranya masih membutuhkan.  Apabila anda mengambil tindakan yang terakhir dan merasa bingung menyerahkannya pada siapa, IKEA Indonesia bisa membantu anda. Melalui Program Removal, pelanggan bisa menyalurkan barang furniture layak pakai ke Yayasan Yasmin.

Setiap pelanggan yang menggunakan program ini akan dikenai charge senilai Rp. 99.000,00. Menurut Eliza Fazia, Marketing Manager Hero, charge ini tidak akan masuk ke kantong IKEA melainkan untuk ongkos pengiriman furniture pelanggan. IKEA hanya memfasilitasi atau hanya fasilitator program ini. Selain produk furniture, IKEA menerima pula produk kitchen ataupun kamar mandi yang tentunya masih layak pakai.  IKEA masih melakukan sosialisasi, karena program ini baru berjalan setahun belakangan dan program ini akan terus berlanjut. Selain menyalurkan kepada yang membutuhkan, program ini juga mengurangi beban sampah yang selama ini jadi masalah.

 

  1. Rumah Sakit Santo Borromeus dan Community Engagement

Keterikatan customer dengan perusahaan menjadi perhatian dari Rumah Sakit (RS) Santo Borromeus di Bandung.  Untuk lebih memberikan pelayanan, salah satu rumah sakit swasta tertua di Kota Bandung ini memfasilitasi terbentuknya komunitas diantara pasien mereka. Komunitas yang terdiri dari 3 jenis pasien penderita mulai dari klub asma, klub sadar stroke, dan persadia (penderita diabetes). Selain ketiga klub tersebut, pihak RS Santo  Borromeus menambahkan komunitas mereka untuk bayi premature, dan penderita kanker.

Siapapun bisa bergabung menjadi member. “Tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang penderita. Orang sehat pun dapat bergabung,”kata Putri dan Dennis, perwakilan dari rumah sakit swasta tertua di Kota Bandung ini. Kegiatan yang dilakukan mulai dari seminar, workshop, kebugaran fisik melalui senam, dan program keakraban. Setiap klub punya koordinator yang menyampaikan seputar informasi kegiatan yang akan digelar pihak rumah sakit. Banyak manfaat yag didapatkan member dari beragam program kegiatan ini, dan bagi RS Santo Borromeus tentunya manfaat Brand Awareness yang didapat.

 

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]