× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mengintip Calon Kampiun Indonesia Community Engagement Award 2018

Bagian II

By Redaksi

Apa jadinya bila ada sekolah yang siswanya sangat multikultural satu sama lain? Mengapa yayasan sebuah bank swasta ternama tertarik membangun media radioland sebagai sarana komunikasi dan hiburan untuk pedagang pasar tradisional? Tulisan ini adalah bagian kedua dari artikel yang berjudul sama dengan tulisan sebelumnya tentang aksi community engagement (CE) untuk masyarakat sekitar. Program-program ini diperlombakan dalam Indonesia Community Engagement Award (ICEA) 2018 yang digagas oleh majalahcsr.id, sebuah ajang penghargaan untuk perusahaan dan lembaga nirlaba yang memiliki program community engagement terbaik.

Dari puluhan program CE yang masuk ke meja redaksi, empat belas kontestan lolos terpilih dan berhak mempresentasikan program mereka  di depan dewan juri. Program mereka beragam dan terbilang inovatif dimplementasikan dalam komunitas masyarakat terkait. Dan inilah tujuh program selanjutnya yang diperlombakan itu:

 

  1. Kelas Multikultural SMK Bakti Karya

Ide keberagaman ini bukan muncul dari sekolah-sekolah di Ibukota yang notabene banyak kaum pemikirnya. SMK Bakti Karya yang berlokasi di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat adalah sebuah keniscayaan yang lahir dari kondisi bangsa yang nyaris carut marut karena warganya sibuk mempermasalahkan segala perbedaan.¬† Kelas multikultural, begitulah inisiatornya di sana menyebut. Siswanya dengan rentangusia 14 ‚Äď 20 tahun, adalah kalangan tak mampu yang berasal dari seluruh penjuru tanah air. Tak hanya berbeda suku, mereka juga berbeda bahasa, keyakinan, bahkan kondisi fisik. Ada beberapa diantaranya penderita difabel. Semua perbedaan itu menghilang, melebur dalam hubungan perkawanan mereka, sebagai sesama anak bangsa yang menuntut hak di bidang pendidikan.

Ai Nurhidayat, sang inisiator program menjelaskan, kelas multikultural tanpa pungutan ini sudah berjalan selama 3 tahun. ‚ÄúPada bulan Juli tahun 2019, sekolah ini akan meluluskan angkatan pertama,‚ÄĚ ungkap Ai. Dalam pelaksaanaanya melibatkan masyarakat sekitar dengan konsep Kampung Nusantara. ¬†¬†Kelas ini tidak hanya membekali para siswanya dengan ilmu sesuai bidang, namun dididik untuk bertoleransi pada perbedaan dan keberagaman, selain tentu saja menekankan arti penting hidup dalam perdamaian. Tidak hanya dilakukan di SMK Bakti Karya, gagasan ini, cetus Ai, turut disebarkan dengan harapan bakal jadi percontohan untuk sekolah lain. Untuk ongkos operasional, Ai baru sebatas mengandalkan uluran tangan donatur yang bisa mendonasikan uangnya melalui website www.sbk.sch.id.

Lalu bagaimana memulai kelas multikultural ini, karena belum ada role model yang bisa dijdikan acuan. ‚ÄúSebenarnya sudah ada role model yang bisa dicontoh sekolahnya, seperti sekolah militer dan kedinasan yang nyata-nyata para siswanya benar-benar multikultural,‚ÄĚ tegas Ai.

 

  1. Yayasan Danamon Peduli : Radioland untuk Pasar Tradisional

Radio siaran adalah salah satu media hiburan sekaligus saluran informasi edukasi paling tua dibanding televisi sekalipun. Bahkan pemerintah sudah menetapkan hari radio nasional yang jatuh setiap tanggal 11 September. Kekuatan radio sebagai sarana hiburan dan informasi dimanfaatkan oleh Yayasan Danamon Peduli (YDP) dalam mengedukasi masyarakat di pasar tradisional. Radioland (radio kabel tanpa frekuensi) ini lahir melalui progam Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih Terawat) dan sudah ada di Pasar Ibuh, Payakumbuh, Sumatera Barat, Pasar Grogolan Baru, Pekalongan, Jawa Tengah, Pasar Bunder, Sragen, Pasar Pandasari, Balikpapan, Kalimantan Timur, hingga Pasar Baru, Probolinggo, Jawa Timur.

Program Pasar Sejahtera ini memunculkan gagasan pemanfaatan radioland sebagai bagian dari kegiatan yang berbasis komunitas. Pintu masuknya dari  isu lingkungan berupa kampanye buang sampah pada tempatnya dan mencuci tangan di lingkungan pasar.  Ada 2 media yang dipilih, yaitu majalah dinding dan radio. Tapi setelah dievaluasi pihak yayasan, radio dinilai lebih efektif karena pesan untuk mengubah perilaku  dapat tersampaikan ke pendengar tanpa harus meninggalkan aktivitasnya.

Untuk mewujudkannya, YDP bekerjasama dengan pihak lain, dalam hal ini pemerintah setempat (sebagai pihak pemberi izin dan penanggung jawab pasar), dan juga pihak luar seperti pihak swasta maupun LSM. Pengelolaan radioland pun diserahkan kepada para pedagang. Sehingga pedagang yang berminat dapat mengajukan diri menjadi penyiar ataupun menjadi manajer operasional. Tak cuma sekedar asal cuap-cuap atau asal tunjuk,  untuk jadi penyiar, pedagang bisa mengikuti diklat kepenyiaran yang bermitra dengan radio lokal dan dinas komunikasi dan informatika setempat.

Selain penyediaan alat, YDP  pun terlibat dalam pendampingan. Tujuannya agar pemangku kepentingan di pasar tersebut dapat mengelola operasional radioland secara mandiri. Dampaknya menurut Agus, Manajer Program YDP, ternyata bisa diukur melalui metode pengukuran SROI.  Salah satu buktinya,  warga pedagang merasa terhibur atas keberadaan radio tersebut karena bisa mendengarkan dan mengirimkan pesan lagu satu sama lain. Selain itu, pesan edukasi yang disampaikan pun lebih efektif dipahami, dimengerti, dan diikuti karena yang menyampaikannya sesama pedagang yang memiliki ikatan emosional karena berprofesi sama.

Tujuan akhir dari semua itu adalah, setiap pedagang, pengelola, maupun konsumen diharapkan bisa menyadari bahwa pasar tradisional kini memiliki standar SNI (SNI 8152 : 2015) yang wajib dipenuhi. Dan program Pasar Sejahtera yang digagas YDP membantu warga pasar (pedagang, pengelola, konsumen) untuk lebih peduli lingkungan sebagai syarat terpenuhinya SNI.

 

  1. PT Sarihusada Generasi Mahardhika : Organisasi untuk Media

Pentingnya perusahaan dalam menjalin kerjasama positif dengan media adalah salah satu elemen tak terpisahkan dalam berbisnis. Media dan juga penggiat media sosial adalah saluran bagi perusahaan dalam menyampaikan berbagai pesan positif pada masyarakat sebagai konsumen. Contohnya, penanaman pohon sebagai bagian dari program kepedulian perusahaan pada lingkungan dirasa perlu untuk diketahui publik. Media lah sebagai partner yang bisa berperan menyampaikan kegiatan ini pada masyarakat.

Untuk menjaga hubungan baik dengan media, perusahaan yang berdiri sejak 1954 ini mengadakan program kegiatan rutin yang melibatkan media dan juga penggiat media sosial. Beberapa kegiatan itu seperti mengundang pekerja media melalui media gathering, media visit, sampai media experience. Bentuk kerjasama lainnya adalah advertorial dan creative story untuk disampaikan ke pihak media.  Tentu saja selama dan setelah semua itu dilakukan, perusahaan melakukan monitoring hingga evaluasi untuk program yang lebih baik lagi ke depannya.

 

  1. PT ANJ Group : Responsible Development Program

Dalam era industri 4.0 setiap perusahaan tidak lagi bebas melenggang dari tanggung jawab lingkungan dan sosial. Pemerintah pun sudah mulai mewajibkan setiap perusahaan untuk melakukan sustainability report.  Sebagai perusahaan yang sudah mengedepankan CSR sebagai upaya mendekatkan tanggung jawab pada lingkungan sosial, PT ANJ Group pun memiliki beragam program. Program tersebut tersebar di seluruh perkebunan milik anak perusahaan, seperti di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Belitung, Kalimantan Barat, sampai dengan Papua Barat.

PT Austindo Nusantara Jaya Agri yang berlokasi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumut, memiliki program pengelolaan pakan ternak berkelanjutan.  Sementara di wlayah lainnya seperti di Pulau Belitung PT Sahabat Mewah Makmur memprogramkan kawasan alternatif wisata terpadu. Untuk kawasan Jawa Timur ada PT Gading Mas Indonesia Teguh, yang mengusung program sekolah Edamame. Program menarik lainnya dilakukan di wilayah Papua Barat, dimana 2 anak perusahaan dari ANJ Group yaitu PT Putera  Manunggal Perkasa dan PT Permata Putra Mandiri yang melakukan program penguatan mata pencaharian melalui kebun sayur komunitas. Terakhir di Papua Barat ada PT Austindo Nusantara Jaya yang menjalankan program pengembangan komunitas gereja.

Setiap program memiliki pendekatan inovasi, dan berdampak sangat positif bagi lingkungannya. Contohnya kawasan alternative wisata terpadu yang menerapkan integrasi lini community development, konservasi, operasional disajikan dalam paket wisata edukatif. Sementara untuk sekolah edamame, pihak perusahaan menggagas sistem vokasi dengan membangun link & match kebutuhan bisnis dengan ketersediaan SDM dari sekolah lokal.

 

  1. PT Permata Putera Mandiri – Program Pendampingan Masyarakat Sorong Selatan

Berlokasi di wilayah Sorong, PT Permata Putera Mandiri (PPM) berupaya merangkul masyarakat sekitar, sehingga masyarakat kampung bisa mengelola dengan baik potensi yang dimilikinya baik sumber daya manusia, sumber daya alam, ekonomi, sosial dan fisiknya. Visi perusahaan ini kemudian diimplementasikan melalui beberapa misi perusahaan, yaitu:

  • Merekrut, melatih dan menempatkan Penggerak di kampung-kampung terdampak operasi perusahaan;
  • Penggerak tinggal bersama masyarakat dan beraktifitas bersama masyarakat;
  • Penggerak bertugas untuk melakukan pendekatan, mengajar informal, melakukan observasi, serta mendorong dan mendampingi masyarakat untuk dapat mengelola dengan baik potensinya.

PT PPM memiliki desain program yang terbagi atas 3 fase. Fase pertama ditekankan kepada membangun kepercayaan diri masyakarakat sebagai aktor, sementara fase kedua mengarah pada memfasilitasi aktivitas bersama memperkuat intensitas interaksi, dan fase terakhir atau fase ketiga mencakup mekanisme pendampingan masyarakat mandiri.  Adapun strategi yang diterapkan terbagi atas 3 periode, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang. Strategi jangka pendek mencakup peningkatan peran komunikasi antar pemangku kepentingan di dalam masyarakat yang didampingi penggerak. Mengkomunikasikan pola hidup bersih sehat di tengah keluarga. Pihak sekolah pun turut ambil peran dalam mengaktifkan kembali kegiatan sekolah.

Strategi jangka menengah merupakan penguatan dari strategi jangka pendek. Dari mulai saling mendukung untuk kemajua pendidikan, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, lebih produktif mampu mengelola ekonomi keluarga, sampai mampu mengelola kegiatan kampung dan menjaga kelestarian budaya. Sementara pada jangka panjang nya, masyarakat kampung mampu mengelola dengan baik segala potensi yang dimilikinya meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, ekonomi, sosial dan budaya.

 

  1. Sampoerna Agro : Program Literasi berkewirausahaan lingkungan

Selain untuk mendapat ilmu secara formal, sekolah juga merupakan tempat untuk mendidik perilaku yang positif. Sampoerna Agro melalui program Pengembangan Minat membaca di Sekolah berbasis kepedulian lingkungan, mencoba mengajak para siswa untuk mulai gerakan gemar membaca. Para siswa diberikan bahan bacaan yang bertemakan lingkungan. Sekolah dasar yang dipilih berlokasi di Kecamatan Petir, Kabupaten Ogan Komerang Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Para siswa di sana ternyata minim budaya literasi dan kesulitan akses mendapatkan buku sesuai dengan minatnya.

Sampoerna Agro berupaya membangun paradigma membaca itu asyik bagi para siswa sekolah selain siswa mudah untuk mendapatkan buku. Menanamkan pemahaman yang berbuah tindakan mewujudkan sekolah bersih asri dan siswa pun berprestasi. Sebanyak  4 sekolah menjadi sekolah rintisan percontohan literasi, sementara ditargetkan 1000 pelajar memiliki buku bacaan, dan aktif di Gerakan Literasi serta menjadi nasabah Bank Sampah.

Salah satu yang menarik adalah terwujudnya Bank Sampah Sekolah. Para siswa yang mengumpulkan sampah setiap minggu akan mendapatkan poin nasabah yang digunakan untuk pembelian & sewa buku. Sementara gerakan Literasi Sekolah  berupa memfasilitasi akses beli buku via online, memfasilitasi diskon harga dan gratis ongkos kirim buku, pembiasaan budaya membaca 15 menit setiap hari, dan arisan/menabung untuk buku setiap minggu.

 

  1. Filantra : Community Engagement Organisasi untuk Komunitas Lokal

Sebagai Ibukota Papua Barat, Jayapura bukanlah kota yang benar-benar tanpa masalah. Salah satu problem yang terjadi di sana adalah anak-anak terutama remaja yang putus sekolah karena kondisi ekonomi ataupun pengaruh buruk dari lingkungan. Berdasarkan hasil pemetaan sosial, kondisi terparah ada di Kelurahan Imbi, dimana masih banyak anak-anak yang berkategori pendidikan rendah; hanya tamatan SD atau tidak tamat sama sekali.

Yang cukup mengherankan, dalam konteks masyarakat Kelurahan Imbi, dari sisi fasilitas pendidikan tersedia lengkap, mulai dari tingkat TK, SD, SLTP hingga SLTA (meskipun untuk SLTP berada di Kelurahan Mandala dan Tanjung Ria). Jarak terhadap fasilitas pendidikan cukup dekat dan biaya pendidikan juga cukup terjangkau.

Tingginya putus sekolah di Kelurahan Imbi sebagian disebabkan oleh faktor eksternal seperti pergaulan remaja (tingkat SLTP-SLTA) yang cenderung negatif, mulai dari narkoba, pergaulan bebas yang menyebabkan siswi hamil dan berhenti sekolah. Selain hamil di luar nikah, pernikahan dini pun menjadi penyebab tingkat pendidikan rendah di sana. Selain itu persepsi para orang tua yang masih menganggap sekolah untuk mencari pekerjaan. Sehingga bila muncul tawaran bekerja pada si anak yang belum tuntas pendidikannya, orang tua cenderung menyuruh anaknya langsung bekerja.

Dengan program rumah pintar, Filantra mencoba mengurai masalah pendidikan di sana. Untuk menurunkan angka putus sekolah Filantra melakukan Home Visit, Bantuan Sarana Pendidikan, Pembekalan Materi Penyetaraan Jenjang Pendidikan, Pembentukan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Untuk meningkatkan kemampuan dan keinginan membaca, Bantuan Sarana Membaca (Buku, Tempat Membaca, dll), Home Visit, Pendampingan, Story Telling, dan juga Pembentukan Kelompok Belajar. Sementara untuk mengurangi tingkat kebolosan, Penyuluhan Untuk Orang Tua, Bantuan Fasilitas Belajar (Tas, Buku, Alat Tulis), Pendampingan, Pembentuk komunitas keluarga peduli pendidikan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]