× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mengelola Sampah Moderen untuk Bisa Hasilkan Energi Ramah Lingkungan

By Redaksi
Tumpukan sampah plastik. Dok. Tokomesin.com

Manado – Majalahcsr. Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) berupaya untuk mewujudkan pengelolaan sampah moderen berteknologi tinggi sekaligus mampu menghasilkan energi ramah lingkungan. Untuk itu Pemerintah Sulut menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan “Region20 Asia-Pasific” terkait pengelolaan sampah modern di Wina, Austria.

Penandatanganan MoU antara Gubernur Sulut Olly Dondokambey dengan Direktur Eksekutif Region20 Asia-Pasific Chistopel Nuttal dilaksanakan pada Selasa (15/5). Dalam nota kesepahaman tersebut, dikatakan Olly bahwa ada upaya “Regions20 Asia-Pasific” mencarikan investor yang akan mendukung pembangunan pusat pengolahan sampah ramah lingkungan.

“Isu degradasi lingkungan seperti pengelolaan sampah perkotaan, serta ketersediaan energi menjadi hangat diperbincangkan. Pemprov Sulut berupaya mencarikan jalan keluar terkait dengan hal itu,” ujar Olly seperti dikutip Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut, Christian Iroth di Manado, yang dilansir oleh Antara, Kamis (17/5).

Pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah regional merupakan salah satu prioritas program pembangunan di daerah berpenduduk lebih dari 2,4 juta jiwa tersebut. Dikatakan Christian bahwa Gubernur optimis nota kesepahaman tersebut menjadi langkah penting sebelum terwujudnya tahap perencanaan, pengadaan hingga pembangunan pusat pengelolaan sampah.

Dalam agenda kunjungan kerja ke Austria tersebut, Gubernur juga aktif berinteraksi dengan sejumlah pejabat dari Negara lain diantaranya Wakil Presiden Komoro Djaffar Ahmed Said Hassani dan tokoh politik Perancis Michelle Saban.

Terjalinnya hubungan dengan Negara lain tersebut diharapkan mampu mendorong pembangunan di berbagai bidang.

Penandatangan MoU itu turut disaksikan Ketua Deprov Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan Direktur Reggion20 Asia-Pasific.

Keywords: , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]