× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mengejutkan 13 Produk Ini Tak Seluruhnya Berbahan Nabati

By Redaksi
Ilustrasi Gula Merah dan Gula Putih. Foto : Escali

Menerapkan gaya hidup vegan tidaklah mudah. Selama ini kaum vegan tak leluasa mencari restoran khusus, karena keterbatasan jumlahnya. Tapi tak hanya makanan, produk non makanan pun cukup sulit untuk benar-benar seratus persen terbuat dari bahan nabati. Berikut ini ada 13 produk termasuk bahan pangan yang ternyata sebagiannya mengandung unsur hewani. Salah satunya gula putih. Selama ini banyak yang menyangka gula merupakan produk yang seratus persen dari nabati. Namun dalam prosesnya tetap mencampurkan bahan hewani. Seperti yang dikutip dari inhabitat, berikut ke 13 produk yang ternyata ada kandungan hewaninya:

  • Gula Putih

Produsen gula mengunakan arang tulang ternak untuk membuang warna asli gula sehingga terlihat putih cemerlang. Bagaimana dengan gula cokelat? Sayangnya, gula coklat juga terbuat dari gula putih dengan tambahan tetes tebu lain. Jika ingin gula yang bebas kandungan hewani, sebaiknya membeli gula organik, gula bit, atau gula kelapa.

  • Kondom

Produsen kondom banyak yang menggunakan turunan protein susu agar permukaan produknya lebih “halus”. Bila lebih peduli produk yang bebas bahan hewani, bisa dicari merek yang “vegan-friendly” yang lebih mudah diakses melalui pencarian di internet.

  • Altoids

Nama di atas dikenal sebagai merek permen penyegar napas. Altoids ternyata mengandung gelatin. Demikian juga dengan produk sejenis, Tic Tac. Lebih bijak bila konsumen memilih yang sugar free yang bebas gelatin.

Ilustrasi Tinta Tatto. Foto: Istimewa
  • Tinta Tatto

Arang bisa digunakan sebagai bahan tinta tatto. Selain terbuat dari kayu pohon, arang pun berasal dari tulang hewan. Tapi kenyataannya, banyak tinta hitam tato yang terbuat dari tulang hewan. Tinta tato non nabati lain biasanya terbuat dari glycerin (lemak hewan), gelatin, dan selak/lak (dari serangga kumbang yang dihancurkan).

  • Jus Apel

Ini bagian yang agak “menjijikkan”. Beberapa pabrikan jus apel memakai gelembung atau kandung kemih ikan untuk menjernihkan larutan jus apel mereka. Mengejutkan, bukan?

  • Peluru Paintballs

Bahan hewani terutama daging dan otot banyak digunakan untuk produk pangan dan non pangan. Salahsatunya peluru senjata permainan paintballs. Kapsul pelurunya terbuat dari gelatin, yang tentu saja dari protein hewani terutama bagian daging dan otot.

Ilustrasi Kertas Pengering. Foto : Istimewa
  • Kertas Pengering

Kertas pengering dirancang untuk menetralkan listrik static dan membuat serat kain baju lebih tahan lama. Tapi apa sih yang membuat kertas ini tetap kering? Dalam beberapa kasus, lemak hewan. Jadi bila ingin menggunakan kain pengering bebas lemak  hewani, bisa memakai kain pengering lain semisal lap tangan, atau bahkan tisu biasa.  

  • Kuas Kosmetik

Perempuan biasanya tak lepas dari pemakaian kosmetik. Tapi pernahkah anda tahu, terbuat dari apa kuas bedak? Kuas tersebut boleh jadi berasal dari bahan sintetis, bahkan bulu babi, tupai, hingga musang. Setidaknya anda bisa mencari brand kosmetik yang tak menggunakan bulu binatang sebagai kuasnya melalui internet.

  • Krayon

Krayon mengandung bahan yang disebut stearic acid. Kandungan ini secara alamiah terdapat pada tanaman dan juga hewan. Tapi dalam praktiknya, produsen lebih menyukai yang terbuat dari ekstrak hewani.  Ada banyak produk selain krayon yang juga memakai stearic acid berbahan lemak hewani, termasuk sabun, kosmetik, lilin, pelumas, permen karet, dan spray rambut. Bila ingin memakai krayon dari lemak nabati bisa memilih merek alternatif, seperti Mellisa and Doug.

  • Kecap Inggris

Para vegetarian baru kemungkina belum menyadari bahwa, kecap inggris dalam eknik tradisionalnya juga terbuat dari ikan kecil. Tapi jangan khawatir ada merek lain yang mengadopsi bahan nabati yaitu, Annie’s.

Ilustrasi Keju. Foto : Istimewa
  • Keju Kedelai

Siapapun tahu bila keju berasal dari proses fermentasi protein hewani yaitu susu. Sebagai alternatif, ada keju yang berasal dari saripati kedelai. Namun jangan salah, meskipun namanya keju kedelai, tapi ternyata produk ini pun ada campuran kasein. Kasein adalah protein susu. Walhasil, tak betul-betul sepenuhnya berbahan nabati. Tapi bagi seorang vegan, untuk apa juga anda masih butuh keju.

  • Uang Kertas Inggris

Para vegan yang tinggal di Inggris atau siapapun yang datang ke Inggris, barangkali terkejut jika pecahan uang kertas mengandung unsur lemak hewan. Lemak ini dibutuhkan agar uang kertas tak terlalu licin dan anti statis. Komunitas vegetarian di Inggris bahkan pernah memprotes uang kertas ini pada 2016 akibat penggunaan kandungan lemak hewan dalam proses pembuatannya.

  • Kantong Plastik

Kantong plastik? Boleh jadi yang anda pakai terbuat dari lemak sapi atau ayam. Banyak kantong plastik mencampurkan lemak hewan yang bisa mencegahnya melekat satu sama lain. Satu alasan lain untuk meninggalkan pemakaian kantong plastik.

Bila dibandingkan, bahan nabati lebih ramah emisi dibandingkan hewani. Sebagai contoh, peternakan sapi menyumbang 14,5 dari total emisi gas rumah kaca di dunia. Rasanya tak berlebihan jika kita berterima kasih pada mereka yang mempraktikan gaya hidup vegan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]