× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Mengail Ide Memaksimal Usaha

By Redaksi
Ilustrasi Menemukan Ide. Grafik : Istimewa

MajalahCSR.id – Dulu, jika berbicara soal industri, terkesan berat dan identik dengan infrastruktur yang rumit. Tapi dulu berbeda dengan sekarang. Pada era aktual ini, industri tak melulu soal output produk yang prosesnya melibatkan mesin-mesin berat. Ada sektor industri baru yang dikenal dengan industri kreatif. Berbeda dengan industri lain, industri ini bahan bakarnya adalah ide.

Berbicara ide, rasanya tak bakal ada habisnya. Sejatinya, ide tak sesederhana namanya. Ibarat permata, dia perlu ditemukan dengan segenap upaya. Lantas bagaimana cara yang paling mudah menambang ide lalu bisa direalisasikannya secara nyata?

Ada yang bilang, ide bisa didapat melalui teknik ATM atau kependekkan dari amati, tiru, dan modifikasi. Ada pula orang mendapatkannya melalui kegiatan membaca. Tapi ada juga yang punya cara lain. Menurut Alya Nurshabrina, Pemenang I Miss Indonesia 2018, mengatakan, tak ada ide yang buruk atau ide yang paling baik, karena segala sesuatu termasuk ide itu ada dampak positif dan negatif.

“Biasanya dipikir dulu tujuannya apa. Contohnya misalnya aku punya program yang tujuannya membantu anak autisme, maka dari situ dipikirkan ide-idenya nanti seperti apa,” kata perempuan muda yang sukses berada di 30 besar finalis ajang Miss World 2019.  Menurutnya, setiap kegiatan atau aktivitas itu hrus dipikirkan secara jangka panjang. Mulai dari apa tujuannya, hingga bagaimana dampaknya bila ide itu direalisasikan.

Hal ini disampaikan Alya di acara webinar series bertema “Invigorating your Idea” yang diselenggarakan oleh Yayasan AIDS Indonesia, Jumat (19/6/2020).

Selain itu hal lain yang perlu diperhatikan adalah feedback dari orang-orang yang lebih paham bidang ide yang dipunya, imbuh Alya. Menurutnya feedback ini perlu dilakukan, karena pemilik ide bisa tahu seberapa kuat atau bagaimana dampak dari idenya. Riset dan time management juga, lanjut Alya, perlu dilakukan untuk menemukan dan menguji ide yang muncul.

Alya juga memberi tips bahwa, ide bisa diralisasikan melalui kegiatan mind map. “Dengan (metode) mind map, akan melatih otak kanan dan kiri untuk bekerja sama,”cetusnya.

Di saat pandemi di mana kini sulit untuk mencari ide secara offline, ide bisa digali melalui akitivitas online. Masa pandemi yang menyebabkan kegiatan lebuh banyak dilakukan secara online, contohnya bisnis makanan online itu bisa melahirkan ide. “Ini (bisnis makanan online) sebenarnya adalah ‘clue’ buat kita untuk mendapatkan ide,” jelas Alya.

Alya pun memberi masukan kepada Yayasan AIDS Indonesia untuk menyampaikan kampenye lewat jualan makanan online. Dalam paket makanan yang dijual, bisa menyertakan selipan kecil brosur terkait pemahaman AIDS untuk masyarakat, karena masih banyak yang belum terliterasi secara benar.

Satu hal yang perlu diingat adalah, otak akan bekerja maksimal apabila pikiran kita dalam kondisi bahagia. Sehingga, tak ada salahnya untuk sesekali melakukan aktivitas “me time” agar kembali menyegarkan otak untuk menggali ide selanjutnya. Ada 3 hal penting terkait ide, tutup Alya, jika melakukan sesuatu perlu sebaiknya ditanyakan apa tujuan dan manfaatnya. Selanjutnya jangan sungkan untuk bertanya terkait ide yang dimiliki. Terakhir, memberi waktu yang realistis dalam mewujudkan ide.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]