× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mendongkrak Limbah Kertas jadi Pernik Cantik Nan Kreatif

By Redaksi
Perhiasan Asesoris Kertas dari Papermelon. Foto : Papermelon

MajalahCSR.id – Perhiasan dan pernik bagi wanita boleh jadi sama pentingnya dengan make up. Berbicara soal perhiasan biasanya memakai material mahal selain tampilannya yang cantik. Tapi tak demikian dengan perusahaan perhiasan bernama Papermelon. Mereka mendesain perhiasan dari material limbah kertas namun hasilnya berkelas.

Devi Chand sang pendiri dan pemilik Papermelon, menyebut ide dari misi utama perusahaannya adalah keberlanjutan dan kecantikkan. Papermelon memilih bahan baku kertas yang dikumpulkan dari rekan-rekan, tetangga, dan kolega lainnya. Jenis kertas yang dikumpulkan sangat beragam mulai dari kertas koran, majalah, buku komik, kantong kertas, kertas kado, kalender, dan pamflet. 

Chand memilih material kertas (bekas) karena kecintaannya pada kerajinan tangan. Chand merupakan lulusan sarjana desain dan sempat bekerja di perusahaan multinasional yang menjanjikan. Namun passion-nya pada kerajinan kertas akhirnya menuntunnya membangun Papermelon. Menurutnya, “Kertas adalah salah satu dari material yang keberlanjutan di muka bumi. Selain itu, kertas juga paling mudah untuk didaur ulang.”

Berbekal pengetahuan yang minim, Chand berupaya membangun bisnis agar sesuai pada misi awalnya sebagai perusahaan yang ramah lingkungan. Sekali dia menguasai teknik dasar pembuatan pernik asesoris perhiasan dari kertas, Chand menjadi pemasok manik-manik, tali kalung, dan lainnya bagi mitra pebisnis lokal.

Melansir Inhabitat, Papermelon  adalah industri perhiasan tangan yang diproduksi dalam rumah. Dengan demikian taka da mesin yang terlibat dalam proses pembuatan, sehingga seluruh rangkaian pengerjaannya benar-benar sangat hemat energi. Perusahaan juga diakui Chand, mendedikasikan pada prinsip nol limbah atau zero-waste yang menurutnya tak terlalu sulit dilakukan karena produk merupakan hasil “upcycling”.

“Kami memulainya pada 2009 sebagai perusahaan biasa. Syukurlah, kamu membuka mata untuk cara ‘upcycling’,” jelas Chand. “Merek ini melibatkan dirinya pada pilihan untuk aksi keberlanjutan dalam setiap langkah dan detail proses dalam kehidupan dan bisnis. Kami memang tak sempurna, namun mengupayakan bisnis ini berkomitmen pada lingkungan,” imbuhnya.  

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]