× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mendaur Sampah Cilincing Menjadi Uang.

By Redaksi
Kawasan cilincing identik dengan banyak sampah dan kotor, bahkan tidak jarang terjadi tindak kriminal di sana. Perlu adanya dorongan agar masyarakat bisa mengatasi masalah sampah yang bisa mengancam kesehatan dan turut menciptakan potensi ekonomi.

Jakarta – MajalahCSR. Ada beberapa cara mengolah sampah, yaitu dengan mengubah sampah non organik menjadi kerjinan tangan seperti tas, tatakan, taplak dan lainnya. Satu lagi dengan cara menghancurkan sampah non organik untuk dijual kepada penadah untuk dijadikan produk lain yang bermanfaat. Khusus untuk sampah organik, biasanya diolah untuk dijadikan pupuk.

Distributor alat berat, PT Interaco Penta Tbk (IDX: INTA) berinisiatif membuat bank sampah di kawasan Cilincing. Selain memberikan bantuan dana, perseroan juga memberikan bimbingan untuk membuat kerajinan tangan dan mengelola keuangan.

Selain itu, INTA juga berusaha memperkenalkan produk masyarakat Cilincing kepada calon pembeli. Namun masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam memasarkan produknya.

“Diharapkan kita hanya memberikan kail, bukan ikan,” ujar Direktur SDM INTA, Effendi Ibnoe usai acara paparan publik di Jakarta, rabu (7/12).

Manajer Umum HE Strategy INTA, M Qudzie menjelaskan, pemberdayaan masyarakat ini penting. Selain untuk tanggung jawab perseroan kepada lingkungan sekitar, juga untuk membantu masyarakat menambah penghasilan dan membersihkan lingkungannya.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]