× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Membumikan Konsep Bisnis Berkelanjutan

By Redaksi

Siapa yang tidak mengenal konsep Keberlanjutan? Setiap perusahaan pasti mengenal konsep Bisnis yang Berkelanjutan, atau dikenal sebagai Sustainable Business.

Kita pun cukup sering mendengar banyak perusahaan melakukan berbagai program tanggung jawab sosial atau promosi dengan menggunakan slogan Sustainable Development Goals, entah dengan menyebut diri perusahaan mendukung atau dengan mencantumkan beberapa tujuan dari Sustainable Development Goals. Beberapa program memang terlihat jelas memiliki proses bisnis yang berkelanjutan, namun tidak jarang perusahaan yang menggunakan “embel-embel” keberlajutan sebagai materi promosi atau reputasi belaka.

Steve Howard, seorang Chief Sustainability Officer di IKEA Group, dalam presentasinya di Youtube TEDTalks yang berjudul “Let’s go all-in on selling Sustainability”,  memiliki pandangan mengenai hal tersebut.

“Sustainability has gone from a nice-to-do to a must-do. It’s about what we do right here, right now, and for the rest of our lives.”
Steve Howard, CSO IKEA Group

Keberlanjutan berangkat dari sebuah konsep yang “baik-untuk-dilakukan” menuju “harus-dilakukan”. Apabila beberapa tahun silam kita mengenal konsep keberlanjutan adalah sebuah inisiatif baik yang dilakukan oleh perusahaan, maka sekarang keberlanjutan adalah hal yang harus dilakukan oleh perusahaan. Sekarang timbul pertanyaan, seperti apa penerapan konsep keberlanjutan dalam bisnis?

Langkah pertama dan utama yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mewujudkan komitmen pada keberlanjutan adalah dengan membuat Strategi Keberlanjutan atau Sustainability Strategy.  Strategi Keberlanjutan disusun sebagai panduan perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berdampak positif terhadap dunia. Berdampak positif dalam berbagai tingkat, dari dampak terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat, hingga pada lingkungan, seperti isu iklim, cuaca, tanah, bahkan alam semesta.

Perusahaan atau produk apa yang terlintas di pikiran anda ketika terlintas kata Keberlanjutan? Salah satu contoh produk yang memiliki nilai Keberlanjutan adalah lampu LED (Light-emitting Diode). Kelebihan lampu LED, dibandingkan dengan lampu lightbulbs, yakni usia pakai yang lebih panjang, tahan guncangan, menghasilkan terang dengan lebih cepat dan baik, serta yang utama adalah hemat energi dan ramah lingkungan. Usia pemakaian lampu LED dapat lebih dari 20 tahun, sehingga bayangkan, selama perjalanan hidup kita, kita dapat mengganti kendaraan beberapa kali, mengganti Air Cooler beberapa waktu, menggunakan smartphone yang berbeda-beda, tetapi tetap kita menggunakan satu lampu LED yang hemat energi. Dari sisi perusahaan, ketika masuk dalam proses bisnis Keberlanjutan yang menyeluruh, dapat menggunakan lampu LED di seluruh pelosok kantor mereka, sebagai bukti dan wujud dari komitmen Bisnis yang Berkelanjutan. Dan ini lah yang seharusnya (harus-dilakukan) oleh perusahaan, untuk berkomitmen Keberlanjutan secara menyeluruh, tidak hanya sebagian, tetapi menyeluruh.

Salah satu bentuk Keberlanjutan menyeluruh yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah kesetaraan gender. Antara laki-laki dan perempuan. Tidak ada batasan. Seluruh manusia yang bekerja di dalam perusahaan, memiliki peluang dan kesempatan berkarir yang sama. Perusahaan dapat membuat program 50:50 dalam upaya kesetaraan gender perusahaan. Dengan kata lain membuat aturan bahwa para pemegang keputusan perusahaan harus terdiri dari 50% laki-laki dan 50% perempuan. 50% manager laki-laki dan 50% manager perempuan.

The bottom line is Sustainability is not a promotional concept, but a comprehensive strategies and principles that infiltrate in every segment of business process in order to make positive impacts to the world. Dalam membangun Strategi Keberlanjutan yang tepat, penting bagi perusahaan untuk menetapkan tujuan jelas, menjadi transparan, bekerja sama dengan mitra yang tepat, dan memilih isu/fokus yang sesuai dengan bisnis perusahaan.

Di akhir presentasi, Steve Howard mengatakan bahwa, dengan membumikan konsep Keberlanjutan secara benar, kita dapat menjadikan Keberlanjutan dapat diakses oleh banyak kalangan, bukan kemewahan bagi beberapa.

“If we get it right, we can make Sustainability affordable for the many people, not a luxury for a few”
Steve Howard, CSO IKEA Group.

-FS

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]