× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Memanen Rupiah dari Limbah

By Redaksi
Pengolahan Limbah Bulu Ayam jadi Pakan Ternak Unggas. Foto : Istimewa

MajalahCSR.id – Seperti halnya plastik, limbah bulu ayam sulit terurai di alam. Bisa dibayangkan apabila limbah ini terus menumpuk, terutama yang berasal dari peternakan, polusi yang dihasilkannya sangatlah mengancam lingkungan.

Dibutuhkan solusi yang menyeluruh untuk mengatasinya. Melihat masalah ini, Pertamina Fuel BBM Maos tergerak untuk peduli dan berandil mengatasi masalah. Setidaknya untuk di lingkungan mereka terlebih dulu. Melihat adanya limbah bulu ayam di wilayah operasional yang berasal dari peternakan ayam, mereka berinsiatif mengajak warga untuk memanfaatkannya. Tak sekedar menyelamatkan dampak lingkungan, juga bernilai ekonomi bagi warga.

Saiful Hamzah, Supervisor Health Safety Security Environment (HSSE) Pertamina Fuel BBM Maos dan terlibat dalam program ini menceritakan, pihaknya merasa khawatir karena 7,9 ton sampah bulu ayam per hari menjadi limbah peternakan dibuang ke sungai.  Semakin menumpuknya limbah mencemari aliran Anak Sungai Serayu (Sungai Sigareng) di Desa Klapagada, Maos, sehingga menjadi dangkal dan bisa memicu banjir.

“Limbah tersebut berpotensi menimbulkan penyakit dan menurunkan kualitas tanah,” kata pria yang akrab disapa Hamzah ini. Menurutnya, bulu ayam mengandung protein kasar sebesar 80-91% dari bahan kering, melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai (42,5%) dan tepung ikan 66,2%). Dengan begitu, limbah bulu ayam sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Pakan Ternak Unggas dari Limbah Bulu Ayam. Foto : Istimewa

Jika biasanya bulu ayam dimanfaatkan sebagai pembersih debu, karena kandungannya itu, bisa juga digunakan sebagai pakan ternak. Pertamina Maos bekerja sama dengan Bank Sampah Gada Berseri mengumpulkan limbah bulu dari para peternak ayam. Dua hari sekali, petugas bank sampah mengunjungi 10 lokasi peternak ayam potong untuk mengumpulkan limbah. Setelah itu, limbah dibawa ke lokasi bank sampah untuk diolah.

Pengujian Laboratorium

Limbah bulu ayam lantas diproses dan diubah menjadi pakan ternak unggas. Tak main-main, prosedurnya cukup ketat melalui uji laboratorium. Standardisasi dari proses yang di gunakan melalui pemanasan  kompor oli dan penggilingan yang bertujuan agar bakteri pada bulu ayam dapat dimusnahkan. Dilakukan proses pengujian laboratorium pada pakan (pur ayam) juga yang meliputi:

a.            Kandungan protein

b.            Kandungan karbohidrat

c.             Kandungan serat

d.            Masa kalsium

Semua itu dimaksudkan untuk mencapai stadardisasi kualitas, sehingga sangat aman dan berkandungan gizi yang baik untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Dalam sehari bisa dikumpulkan 2 – 3 karung limbah bulu ayam basah. Setelah dikeringkan, bisa mencapai 5 – 7 kilogram dalam satu kali pengumpulan,” ungkap Hamzah.

Bila sudah berbentuk pakan ternak, olahan bulu ayam ini akan dijual ke masyarakat dan juga ke peternak ayam di wilayah tersebut. Dengan dilakukannya program pemanfaatan limbah ini, ada manfaat dampak yang bisa diambil.

Manfaat itu diantaranya timbunan limbah bulu ayam di Desa Klapagada yang mulai hilang. Bahkan targetnya 100%  desa bisa bersih dari limbah bulu ayam pada 2020 ini. Oleh sebab itu, program ini bisa memberikan solusi terhadap permasalahan pencemaran bulu ayam yang meresahkan warga Desa Klapagada.

Pakan Ternak Unggas dari Limbah Bulu Ayam yang Sudah Dikemas. Foto : Istimewa

“Kondisi lingkungan (tanah dan perairan) Desa Klapagada semakin baik karena terolahnya limbah bulu ayam sehingga pencemaran di Sungai Sigareng pun sangat berkurang. Selain itu, (program ini) tentunya bisa meningkatkan perekonomian anggota bank sampah lewat hasil pengolahan bulu ayam yang menciptakan lapangan pekerjaan dalam kelompok bank sampah,” papar Hamzah dengan bangga.

Di tengah masa pandemi ini, program tetap dilakukan guna mencukupi kebutuhan pakan ternak unggas. “Meski demikian, tetap melalui standard kerja yang mengacu pada pencegahan penularan wabah COVID-19,” tambahnya.

Hanya satu hal yang selama ini dirasakan sebagai hambatan. “Kendala dalam proses pembuatan pakan terkait lamanya proses pengeringan bulu ayam basah. Hal ini karena proses pengeringan masih alami dan bergantung pada sinar matahari,” pungkas Hamzah.

PT Pertamina Fuel BBM Maos adalah pemenang kategori emas di ajang PR Indonesia Award 2020, yang digelar pada Maret lalu.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]