× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Melindungi Hutan Tugas Semua Orang, Termasuk Warga Kota Besar

By Redaksi
Melindungi Hutan - Vice

“Penduduk kota mungkin merasa hutan sebagai sesuatu yang tak ada hubungannya dengan hidup mereka. Padahal, sadarkah barang-barang yang kalian pakai setiap hari berasal dari hutan?” Demikian Brittany Wienke dari Rainforest Alliance mengawali catatannya yang dipublikasikan di situs Vice Impact.

Hutan memang tak ditemui di kota. Ini menjadikan orang kota agak sulit ikut memikirkan kondisi hutan yang semakin tergerus. Namun hendaknya perlu dijadikan kesadaran pribadi, kalau hidup kita bergantung pada hutan.

Hutan Amazon menghasilkan 20 persen oksigen di atmosfer. Sekitar sepertiga dari kota-kota besar di dunia memperoleh proporsi air minum yang signifikan dari daerah aliran sungai (DAS) di hutan, termasuk kota-kota seperti Bogotá, Tokyo, dan New York City. Selain menyediakan oksigen untuk bernapas dan air untuk minum, hutan juga memproduksi makanan dan produk yang biasa kita pakai dan konsumsi setiap hari. Artinya, produk yang kita konsumsi mempengaruhi hutan-hutan yang lokasinya jauh dari tempat tinggal kita. Bagi kita yang tidak pernah mengunjungi hutan yang ada di Asia Tenggara atau Amerika Tengah, sering tak sempat membayangkan betapa hutan-hutan itu dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya berpengaruh terhadap kehidupan di wilayah lain.

Hutan adalah Pengendali Iklim

Jumlah karbon yang tersimpan di hutan sama besarnya seperti di atmosfer. Hutan menyerap karbon dioksida dari udara, menyimpannya, dan menghasilkan oksigen yang kita hirup. Begitulah peran hutan dalam menghadapi emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan.

Hutan juga memiliki peran penting dalam siklus hidrologi (sistem hujan dan air). Selain memelihara tanah, hutan sekaligus berperan sebagai penyejuk udara, menstabilkan suhu global, dan membantu mengatur pola cuaca global. Adalah fakta, hutan menjadi pertahanan terbaik dunia dari perubahan iklim. Jika saat ini diperkirakan sekitar 80 persen hutan kita sudah hilang, lalu digabungkan dengan pemanfaatan lahan yang dibuka setelah hutan digundulkan, maka kondisi ini memberikan andil terhadap 9-11 persen total emisi gas rumah kaca per tahun. Jumlah tersebut hampir sama besarnya dengan keseluruhan kereta, pesawat, dan kendaraan yang ada di dunia.

Dengan mencegah dan menghentikan penggundulan hutan, kita bisa menahan sejumlah besar karbon langsung masuk ke atmosfer. Kondisi makin baik jika ditambah lagi dengan upaya penanaman yang ramah bumi dan mengelola hutan baru.

Hutan adalah Produsen Pangan Terbaik

Pisang berasal dari hutan hujan. Industri buah paling populer di dunia ini telah melakukan pelanggaran pekerja dan lingkungan. Selain pisang, dari hutan hujan kita memanen jeruk, singkong, kacang mete, kacang Brazil, dan rempah-rempah seperti vanili dan kayu manis. Kopi, teh, dan cokelat juga berasal dari hutan tropis.

Permintaan terhadap jenis makanan tertentu yang mendorong pengembangan wilayah pertanian, menyebabkan lebih dari 70 persen penggundulan hutan di daerah tropis. Rainforest Alliance telah mengupayakan agar para petani tidak perlu merusak hutan. Diperlukan metode pertanian ramah bumi dan cerdas iklim yang dinformasikan kepada petani dan rimbawan di seluruh dunia.

Hutan adalah Pemasok Obat Herbal

Aneka obat-obatan Barat mengambil bahan dari tanaman hutan tropis. Seperti obat untuk menyembuhkan peradangan, rematik, diabetes, ketegangan otot, komplikasi bedah, malaria, penyakit jantung, penyakit kulit, radang sendi, glaukoma, dan ratusan penyakit lainnya. Semuanya berasal dari hutan.

Hutan adalah Pemasok Kayu Utama

Hutan tropis adalah penghasil kayu-kayu berkualitas, seperti jati, mahoni, rosewood, balsa, cendana, dan lain-lainnya. Kayu-kayu tersebut dimanfaatkan sebagai bahan furnitur, lemari, pintu, kasur, dll. Seperti halnya pertanian, penebangan pohon dapat merusak ekosistem. Harus dimulai program penebangan yang bertanggung jawab dan produksi serta penggunaan kayu yang lebih cerdas di dunia.

Selain kayu, dari hutan tropis kita mengambil serat kayu untuk dijadikan karpet, kasur, tali, dan kain.

Alat Pembersih dan Kosmetik

Aneka cairan seperti minyak, getah, dan resin diambil dari hutan tropis untuk pembuatan insektisida, produk karet, BBM, cat, pernis, dan pemoles kayu. Minyak tropis ini juga menjadi bahan utama kosmetik, sabun, sampo, parfum, disinfektan, dan deterjen.

Apa Yang Bisa Kita Lakukan untuk Melindungi Hutan?

Bumi telah menghadapi krisis kepunahan sejak punahnya dinosaurus 65 juta tahun lalu. Namun faktanya, kita membutuhkan hasil-hasil bumi.  Maka yang harus dilakukan adalah memanfaatkannya secara bertanggung jawab sekaligus melindunginya. Nasib tanaman dan hewan di bumi, serta ratusan budaya manusia, ditentukan oleh masa sekarang.

Salah satu yang bisa kita lakukan adalah memilih produk berlisensi ramah bumi. Segel warna hijau berarti bahan-bahannya datang dari pertanian yang melarang penggundulan hutan dan menerapkan praktik yang ramah bumi. Kita juga bisa mengambil waktu untuk mempelajari persoalan hutan dan hubungannya dengan kehidupan perkotaan, mulai bertindak dengan melakukan hal-hal sederhana untuk ikut menyelamatkan hutan di wilayah kita tinggal. Jika punya uang lebih, sumbangkan sebagian untuk organisasi konservasi hutan, misalnya Rainforest Alliance, World Wildlife Fund, atau Nature Conservancy.

Dengan melakukan beberapa hal di atas, kita ikut berperan dalam melindungi kestabilan air, makanan, dan iklim bagi generasi mendatang.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]