× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Melati dan Isabel dan ‘Bye Bye Plastic Bag’ Yang Meginspirasi

By Redaksi
Melati dan Isabel- Foto: CNN

Bali telah menerapkan pembatasan penggunaan kantong plastik. Gubernur Bali, I Wayan Koster mengeluarkan Pergub No. 97 Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang berlaku mulai 1 Januari 2019) yang berlaku untuk toko ritel. Mundur ke beberapa tahun sebelumnya, adalah dua remaja Bali yang memiliki peran penting terhadap keluarnya peraturan gubernur tersebut. Ya, pada tahun 2013, dua gadis belia, Melati dan Isabel Wijsen membuat petisi guna mengumpulkan tanda tangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Tujuannya adalah meyakinkan pemerintah membuat program peduli lingkungan demi Bali yang bersih.

Upaya Melati dan Isabel sungguh gigih. Bagaimana tidak, remaja yang masih berusia belasan tahun melakukan aksi mogok makan. Upaya itu mereka tempuh karena pasca mengantongi 100 ribu tanda tangan, Gubernur Bali tak kunjung mau menemui mereka. Terinspirasi oleh gerakan yang dilakukan Mahatma Gandhi, mereka memilih aksi mogok makan. Karena masih di bawah umur, aksi mereka dilakukan saat matahari terbit hingga tenggelam. Seorang ahli gizi juga memantau kondisi mereka.  dan berada dalam pengawasan ahli gizi. Perjuangan mereka tak sia-sia. Keesokan harinya, dengan dikawal polisi, mereka berhasil menemui Mangku Pastika untuk menandatangani nota kesepahaman guna mewujudkan Bali tanpa kantong plastik pada Januari 2018.

Apa yang dilakukan dua bersaudara ini membuahkan efek yang besar bagi komunitas global. Pada Januari 2016, sebanyak 13 negara menunjukkan minatnya bergabung dan menerapkan program yang mereka luncurkan, “Bye Bye Plastic Bags” di negara masing-masing. Tiga bulan kemudian Bye Bye Plastic Bags telah sampai ibukota Jakarta, berhasil melibatkan sekitar 12 ribu orang relawan yang bersedia mengumpulkan 40 ton sampah di seluruh pantai di pulau Bali pada Februari 2017. Acara yang digelar bertajuk One Island One Voice. Di media sosial, mereka juga menandai toko dan warung yang sudah tidak menggunakan kantong plastik.

Berkat upayanya, tahun 2016 Melati dan Isabel diundang ke Berlin, Jerman, untuk menerima penghargaan Bambi. Ajang bergengsi ini digelar tiap tahun untuk memilih sosok-sosok inspiratif bagi warga Jerman dan dunia. Digelar oleh Hubert Burda Media,  penghormatan tersebut menyediakan kategori media, seni, budaya, olah raga, dan bidang lainnya. Progam digelar pertama kali pada 1948, dan menjadikannya sebagai ajang penghargaan tertua di Jerman.

Keywords: ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]