× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Masa Pandemi Menawarkan Ilmuwan Aktivitas Baru : “Mendengar” Lautan

By Redaksi
Ilustrasi Dok Kapal Kosong di Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Foto : vlarub

MajalahCSR.id – Sebelas tahun lalu, ilmuwan lingkungan, Jesse Ausubel, memimpikan ilmuwan bisa mengetahui suara lautan persis sebelum era kapal baling-baling dan speedboat “menjajah” lautan.

Pada masa itu dengan perangkat teknologi sekarang, ilmuwan dapat mendengarkan percakapan paus biru dari jarak bermil-mil. Mereka bisa menyimak juga “cicitan” suara lumba-lumba

Saat itu, Jesse berharap ada satu saat di mana laut benar-benar sunyi dari hiruk pikuk manusia, karena aktivitas pelabuhan terhenti, atau setidaknya tak lagi sibuk. Berharap kondisi itu terjadi setahun, sebulan, hingga sekedar beberapa jam saja.  

Keinginan Jesse juga didukung sejumlah ilmuwan. Pada 2015, mereka melansir rencana yang disebut “the International Quite Ocean Experiment”.  

Saat pandemi COVID-19 menyebar dan melambatkan aktivitas perekonomian pada Maret, mendorong kapal-kapal penumpang dan tanker minyak melego jangkar, para ilmuwan  justru  termotivasi mewujudkan impiannya mendengar bunyi di lautan. Bulan lalu (Mei), seperti dilansir Reuters, mereka bahu membahu memasang alat hydrophone untuk mendengar gelombang suara dalam laut, termasuk meletakkannya pada 6 stasiun yang khusus mengawasi tes nuklir bawah laut.

“Ya, bagaimanapun kami tidak senang dengan adanya wabah COVID-19 ini, tapi di sisi lain kami bersyukur bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk kemajuan ilmu,” kata Peter Tyack, professor biologi kehidupan bawah laut di Universitas St. Andrew, Skotlandia. Peter adalah salah satu peneliti di kelompok ini.

Peter menyebut, rekaman suara yang didapat memberikan ilmuwan pencerahan tentang hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Ini seperti melihat lngit malam saat semua lampu di dunia padam, katanya mengilustrasikan. Ilmuwan ini melanjutkan, dari sejumlah riset tersebut diketahui, paus merespon suara manusia dengan menaikkan frekuensi suara mereka. Peter juga menduga banyak spesies hewan laut yang pindah ke wilayah sunyi yang dengannya mereka mendapatkan makanan atau hal lain dengan mudah.

Beberapa proyek studi ini tersambung dengan daratan melalui kabel.  Namun beberapa diantaranya tidak, sehingga untuk mengamati suara di wilayah itu butuh bantuan kapal.  Kini saat ekonomi menjelang pemulihan, kelompok “the quite ocean group” mulai mengumpulkan data suara.

Proses ini setidaknya dilakukan hingga akhir tahun. Bagaimapaunpara ilmuwan bisa membandingkan rekaman suara yang didapat dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya untuk mengamati perubahan suara hewan di lautan.  Fokus dari proyek ini dinamakan SOFAR (Sound Fixing and Ranging), sebuah pengamatan yang dilakukan untuk “mendengar” berbagai suara di berbagai kedalaman lautan yang gelombang frekuensinya bisa merambat dari kejauhan.  

Pada gelombang suara inilah terdapat frekuensi nyanyian paus untuk memanggil pasangannya atau berkomunikasi antar mereka. Namun bisa juga adalah bunyi aktivitas kapal penangkap ikan, tanker, motorboat, kilang minyak, hingga turbin angin, yang merambat ke seluruh penjuru bumi.

Suara dapat merambat lebih cepat dan jauh di dalam air daripada udara. Hal ini bisa dibuktikan saat mendengar suara dalam dari nyanyian paus, atau suara hembusan cerobong kapal, hingga gemuruh ledakan uji coba nuklir. Gelombang suaranya  dapat merambat sampai ratusan hingga ribuan mil, dan dapat didengar jelas oleh piranti saluran SOFAR. Piranti rekam suara ini ditempatkan di 130 stasiun oleh para peneliti dimana pertimbangannya adalah lokasi dan sensitivitas wilayah. Salah satunya berada di jarak 4 kilometer pesisir Spanyol yang dioperasikan oleh sivitas akademika Politeknik Universitas Barcelona. Piranti di sini mampu merekam asal suara yang berjarak 10 kilometer.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]