× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Makan Sehat Untuk Anak Hingga Remaja

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Halo buat kalian para pemerhati makanan. Asupan nutrisi yang cukup ternyata sangat bermanfaat bagi badan utamanya dan bisa meningkatkan daya tangkap untuk belajar.

Jadi gak ada salahnya buat kalian untuk mencoba beberapa saran yang diberikan oleh hellosehat.com.

Untuk anak usia SD.

Protein adalah hal penting bagi keseimbangan gizi anak. Dibenak kita, protein itu bisa didapatkan hanya dari daging dan mengharuskan makan daging untuk mendapatkan protein.

Padahal, protein bisa juga didapatkan dari beras, kacang, telur, susu, selai kacang, yang juga kaya akan protein. Sehingga jangan berpikir hanya daginglah sumber protein yang ada di dunia yaa.

Selain itu, jangan lupa untuk memantau asupan gula, lemak dan natrium yang bisa didapatkan anak dari kantin sekolah. Meskipun asupan karbohidrat (gula), lemak, dan natrium dibutuhkan tubuh, tetapi jumlahnya tidak boleh berlebihan.

Terlalu banyak mengkonsumsi gula, lemak, dan natrium dapat menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas) dan masalah kesehatan lainnya. Biarkan anak membawa bekal makan siang sendiri dari rumah, atau dorong dia untuk memilih makanan yang lebih sehat untuk menu makan siangnya.

Untuk pra-remaja dan remaja.

Usia ini adalah saat dimana anak membutuhkan banyak kalori untuk mendukung aktivitasnya. Namun banyaknya junk food yang menarik untuk dikonsumsi tidak bisa memenuhi gizi remaja.

Dibalik makanan junk food tersebut, remaja seringkali membatasi makannya karena mulai memperhatikan bentuk tubuhnya. Kebiasaan ini tentunya harus terus dipantau orang tua agar tidak membuat tubuh remaja kekurangan gizi.

Sama halnya dengan kalori, remaja membutuhkan asupan kalsium yang lebih tinggi karena mayoritas massa tulang dibangun pada masa ini. Namun, hanya sedikit remaja usia 9-13 tahun (di bawah 10% anak perempuan, dan di atas 25% anak laki-laki) yang mendapatkan asupan kalsium yang cukup atau lebih.

Dorong anak untuk mengonsumsi susu, produk susu, atau makanan alternatif yang kaya kalsium. Bisa juga dengan menambah sirup coklat dalam susu supaya anak lebih menyukainya.

Selain kalori dan kalsium, jenis kelamin anak juga menentukan takaran gizi tertentu. Misalnya karena mestruasi, remaja perempuan membutuhkan lebih banyak asupan zat besi daripada remaja laki-laki. Sementara itu, remaja laki-laki membutuhkan sedikit lebih banyak protein dibandingkan remaja perempuan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]