× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Logam Berat Bisa Rusak Syaraf

By Redaksi
Ilustrasi Sungai

Jakarta – Majalahcsr. Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek mengatakan logam berat yang terkandung di air sungai Citarum dapat merusak susunan saraf. Pernyataan itu Menkes ungkapkan dalam paparannya pada Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, seperti yang dikutip dari website Kemkes, Jumat (6/4).

”Ya itu gara-gara sungai citarum tercemar, ada zat-zat logam berat itu. Itu merusak susunan saraf,” kata Nila.

Hasil penelitian Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor, mengungkapkan bahwa limbah yang mengandung logam berat seperti cadmium (Cd), tembaga (Cu), dan timbal (Pb) mudah diperoleh pada lingkungan akuatik yang banyak digunakan oleh industri, pertambangan, dan rumah tangga.

Menurut penelitian tersebut, logam berat yang berada di dalam tubuh manusia akan mengalami proses peruraian menjadi ion-ion di dalam usus. Ion tersebut masuk ke dalam darah dan mencapai target organ, salah satunya otak.

Selain itu, dalam studi kasus sungai citarum yang diterbitkan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat pada November 2012 dijelaskan bahwa benar logam berat menjadi salah satu kontaminan utama yang mempengaruhi kualitas air Sungai Citarum.

Logam berat merupakan elemen yang tidak dapat terurai (persisten) dan dapat terakumulasi melalui rantai makanan (bioakumulasi), dengan efek jangka panjang yang merugikan pada makhluk hidup.

Pencemarannya memang luar biasa, Menkes mengatakan perlu kerjasama dari semua sektor. Misalnya pada program padat karya tunai, dalam program itu Kementerian Kesehatan menjadi bagian di dalamnya.

”Titik sentralnya diminta Posyandu, artinya leading nya tetap kesehatan di sini. Tapi saya minta harus ada akses air bersih, sanitasi, semuanya harus sinergi, semuanya harus secara bersama untuk mengatasi masalah ini,” jelas Nila.

Keywords: , , ,

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]