× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Literasi Keuangan untuk si Melek Digital

By Redaksi

Digitalisasi kini merambah ke segala aspek kehidupan. Tak lagi sekedar gaya hidup, dunia digital sudah dipandang sebagai kebutuhan.

Kemudahan yang ditawarkan menjadi salah satu nilai keunggulan teknologi berbasis digital. Dari mulai sarana hiburan, kegiatan sehari-hari, sampai aktivitas keuangan sudah di-digitalisasi. Asuransi contohnya. Tak perlu lagi ribet, mengatur manfaat asuransi kini ada dalam genggam gadget. Sebagai pelopor asurasi jiwa berbasis digital, PT FWD Life Indonesia meluncurkan video literasi keuangan bertemakan Malin Kondang. Video kreatif yang mengadaptasi cerita rakyat Minang itu terpilih sebagai tema kampanye terbaru.

Acara peluncuran ini dilakukan di Hall B, Jakarta Convention Centre Senayan, Jakarta, Jumat (06/04/19). Dalam acara itu, PT FWD Life sekaligus memperkenalkan Presiden Direktur barunya, Anantharaman Sridharan. Dalam sambutannya, Anantharaman mengatakan,”Telah menjadi visi panjang kami dalam mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Melalui kampanye ini, kami ingin mengubah persepsi umum bahwa asuransi itu rumit.”

Bagi FWD asuransi itu tidak hanya melindungi, namun harus menjadi sumber pemberdayaan yang memungkinkan semua orang menjalani passion mereka secara optimis dan percaya diri. Di sisi lain, meskipun merupakan pasar yang sangat potensial di Asia, industri asuransi Indonesia memiliki tingkat penetrasi yang rendah. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat penetrasi di Indonesia hanya mencapai 6 – 7 % dari total populasi di 2018. Dari jumlah itu, cuma 1% yang punya asuransi.

OJK selaku otoritas mendorong pelaku industri keuangan untuk terus mengedukasi masyarakat soal pentingnya literasi keuangan. “Sebagai pelaku industri, menjadi tanggung jawab kami untuk berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asuransi. Kami percaya kampanye ini dapat membantu generasi muda dan yang berjiwa muda agar berpemahaman bahwa asuransi itu penting dan tidak rumit. Dengannya, mereka bisa mempersiapkan perencanaan keuangan dengan baik,”papar Anantharaman.

Sejak didirikan tahun 2013, FWD Life sudah menawarkan beragam produk dan layanan asuransi inovatif berorientasi nasabah yang didukung teknologi digital. Pada 2017 lalu, FWD meluncurkan fitur “less exclusion” yang menyederhanakan dan mengurangi pengeculian dalam polis produk FWD Life yang ditawarkan lewat agen, bancassurance, dan e-commerce. Fitur ini menjadi yang pertama di industri asuransi jiwa Indonesia. Salah satu fitur “less exclusion”adalah perlindungan untuk aktivitas olahraga yang beresiko tinggi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]