banner
Masker Sekali Pakai Cemari Lautan. Foto : OceansAsia
Berita

Limbah Masker Sekali Pakai COVID-19 Mulai Mencemari Perairan dan Lautan

1703 views

MajalahCSR.id – Pada Mei kemarin, sebuah organisasi non profit asal Perancis, Opération Mer Propre, melaporkan telah mengumpulkan sejumlah masker bekas pakai di antara gelombang laut Meditarenia. Merujuk pada informasi selanjutnya, diketahui terjadi lonjakan “sampah COVID”, termasuk masker, sarung tangan lateks, dan botol plastik kosong hand sanitizer, dalam kurun 3 bulan terakhir. Malangnya, benda-benda tersebut terbuat dari bahan yang bertahun-tahun jadi masalah lingkungan.

Seperti dilansir dari inhabitat, menurut United Nation Environmental Program (UNEP), lebih dari 13 juta metrik ton limbah plastik bermuara ke lautan per tahunnya. UNEP memprediksi, jumlah tersebut akan meningkat 10 kali lipat pada 15 tahun mendatang. Meskipun demikian, laporan dari PBB tersebut tidak membantu situasi yang sedang terjadi. Kondisi di mana semua orang di dunia harus memakai masker dalam keseharian mereka. Pandemi memang kian memperberat segala upaya untuk membuat lingkungan lebih aman dan berkelanjutan.

Joffrey Peltier dari Opération Mer Propre, mengungkap, puluhan masker, sarung tangan, dan botol hand sanitizer ditemukan di dasar laut diantara tumpukan limbah plastik lain. Opération Mer Propre adalah satu dari banyak lembaga non profit yang peduli dan menaruh perhatian pada lingkungan selama dan sesudah pandemi virus corona.

“Tak lama lagi, bakal terlihat lebih banyak maker daripada ubur-ubur di perairan Mediterania,” timpal Laurent Lombard dari lembaga yang sama.

Kini, Opération Mer Propre dan lembaga lainnya menghimbau semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam limbah masker dan peralatan medis lainnya. Aktivis lingkungan lebih menyarankan untuk memakai masker non sekali pakai dan lebih sering mencuci tangan daripada memakai sarung tangan lateks. Lautan sudah dalam kondisi bahaya tercemari limbah plastik pada kondisi normal sebelumnya. Jika kita terus saja meluberi lingkungan dengan limbah medis (termasuk plastik), kita turut menyumbang kian cepatnya habitat hewan laut untuk punah.

Seperti yang Joffrey peringatkan, “Dengan seluruh kemungkinan alternatif solusi, plastik bukanlah pilihan satu-satunya untuk melindungi diri kita dari wabah COVID!”

banner