× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Limbah B3 untuk Bahan Bangunan

By Redaksi
doc. ANTAM

Jakarta – MajalahCSR. Limbah yang berasal dari hasil produksi perusahaan tambang seringkali menjadi ancaman bagi lingkungan sekitar. Meskipun limbah ini ada yang bisa dimanfaatkan menjadi produk lain, namun tidak semua perusahaan melakukan.

Tailing pengolahan emas saat ini bisa dijual dan dimanfaatkan menjadi bahan baku material konstruksi, serta menjadi yang pertama kalinya di Indonesia. Penjualan ini merupakan bagian dari tahap komersialisasi produk Green Fine Aggregat (GFA) PT ANTAM Tbk setelah diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya, M. Sc. pada 12 April 2016 lalu.

“Perseroan berupaya menekan serendah mungkin dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas operasional penambangan,” ujar Direktur Operasi ANTAM, Agus Zamzam Jamaluddin kamis (15/12) dalam keterangan resminya.

GFA yang merupakan limbah B3 telah bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada penjualan perdana ini tercatat telah terjual 20.527 buah ubin, 16.422 genteng, 20.363 batako dan berbagai varian lainnya.

Produk ini adalah material sisa proses pemisahan mineral emas dan perak dari bijih (ore) di tambang emas Pongkor. Didunia pertambangan secara umum, pengelolaannya lebih banyak dilakukan dengan cara ditempatkan di tailing storage facility (TSF) yang merupakan metode serupa dengan landfill, demikian pula di tambang emas Pongkor.

GFA dimanfaatkan sebagai komponen penyusun beton menggunakan metode solidifikasi dan geopolimerisasi untuk komponen bahan bangunan diantaranya adalah batako, paving block, cone block,  kanstein, bata ringan, bata press, panel/tiang beton, rigid pavement  untuk jalan, u-ditch, v-ditch, ubin beton, genteng, serta ornamen beton dan median jalan.

Disisi lain pemanfaatan GFA ini juga bermanfaat mengurangi beban lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan daerah operasional sejalan dengan rencana pascatambang Pongkor.

 

Redaksi

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]