× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Lima Puluh Negara Berkomitmen Konservasi 30% Tanah dan Air

By Redaksi
Daratan dan Perairan di Kota Luang Prabang, Laos. Foto : Pixabay via Kompas

MajalahCSR.id – Koalisi Tujuan Besar untuk Alam dan Manusia atau The High Ambition for Coalition (HAC) for Nature and People berjanji untuk melindungi 30% untuk tanah dan air di bumi pada 2030 demi mencegah kerusakkan alam dan kepunahan satwa. Ikrar tersebut disampaikan ke publik pada Senin (11/1/2021) di pertemuan One Planet Summit di Paris, Perancis.

HAC adalah koalisi yang beranggotakan lebih dari 50 negara dan dibentuk pada 2011 di Durban. Tujuannya untuk mendorong aksi dalam negeri para anggotanya dalam penanganan krisis iklim sesuai perjanjian Paris sekaligus menjadi yang terdepan mendorong aksi global . Koalisi ini dipimpin oleh 3 negara, yaitu Perancis, Inggris, dan Kosta Rika. Selain aksi krisis iklim, HAC pun mempromosikan aksi terhadap bahaya kepunahan ragam hayati dan berharap semua komitmen itu akan menjadi kesepakatan resmi pada pertemuan Cop15 summit di China.   

Dalam poin perjanjian, para negara anggota menyetujui untuk mengonservasi setidaknya 30% dari darat dan air kembali menjadi habitat alami. Pertemuan One Planet Summit di Paris itu dihadiri sejumlah pemimpin negara termasuk Sekretaris Jenderal Antonio Guterres. Acara diisi oleh kegiatan diskusi soal krisis hayati dalam ilmu arkeologi yang mengungkap hubungan sehat antara manusia dan alam.

Selain upaya melindungi wilayah 30% bumi, sejumlah negara koalisi juga mengupayakan dana untuk proyek konservasi alam. Dikabarkan, investasi tersebut bernilai miliaran pons (sekira puluhan triliun rupiah) pada proyek “The Great Green Wall of Africa” dan peluncuran Terra Carta baru oleh Pangeran Charles dari Inggris.   

Rencana koalisi tersebut tentunya banyak yang menyambut baik. Namun tak sedikit pula yang mengkritisi, dan menekankan agar  komitmen yang dibuat harus direalisasikan dengan upaya. Kepala departemen politik Greenpeace Inggris, Rebecca Newsom menyatakan pentingnya mencermati sumber dana, seperti di negaranya. Newsom menegaskan, dana yang digunakan jangan sampai diambil dari alokasi dana proyek lingkungan lain.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]