× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Lima Fakta Tentang FRAKTA, si IKEA Blue Bag

By Redaksi
FRAKTA IKEA Blue Bag, Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Foto : IKEA

MajalahCSR.id – Bagi siapapun yang pernah atau sering belanja di IKEA pasti tak asing dengan tas IKEA blue bag (FRAKTA). Tas atau kantong belanja ini dimaksudkan untuk menggantikan pemakaian kantong plastik yang limbahnya dianggap mencemari lingkungan. FRAKTA memang terbuat dari bahan ramah lingkungan. Sehingga, selain berfungsi sebagai wadah barang belanjaan, juga tak meninggalkan dampak merugikan bagi ekosistem.

FRAKTA ternyata sudah digunakan selama 24 tahun oleh konsumen di seluruh dunia. Meskipun terbilang popular, namun tak semua orang tahu terkait fakta si FRAKTA ini. Inilah lima hal terkait FRAKTA yang sebaiknya diketahui:

1. FRAKTA = Membawa

FRAKTA artinya Membawa. Foto : IKEA

Apakah anda tahu makna dari FRAKTA? Sesuai dengan fungsi tas yang ditawarkan, dalam bahasa Swedia FRAKTA memiliki arti membawa. Tas ini dibuat dari material 100% polipropilena yang membuatnya kuat untuk menampung beban hingga 25 kilogram. Selain itu, material ini juga memungkinkan anda untuk melipatnya menjadi ukuran yang ringkas dan mudah dibawa ke mana pun.

2. Desainer FRAKTA: Marianne and Knut Hagberg

Dua Desainer Pembuat Tas FRAKTA, Marianne and Knut Hagberg. Foto : IKEA

FRAKTA diproduksi untuk pertama kali pada tahun 1996 oleh dua karyawan sekaligus desainer terlama IKEA yaitu Marianne and Knut Hagberg. Desain asli FRAKTA yang kamu kenal adalah tas bentuk trapesium berwarna biru khas IKEA dengan tali tas yang bertuliskan logo IKEA. Selain itu, dalam beberapa kali kesempatan IKEA berkolaborasi dengan desainer ternama dunia untuk melakukan sedikit penyegaran pada desain FRAKTA. Misalnya, FRAKTA Bag IKEA x Virgil Abloh yang hadir dengan bentuk lebih stylish dan bergaya millenials.

3. Memiliki konsep ramah lingkungan

Tas FRAKTA Sangat Ramah Lingkungan. Foto : IKEA

Konsep awal yang ditawarkan oleh IKEA melalui FRAKTA adalah konsep ramah lingkungan. IKEA Indonesia sejak pertama hadir pada Oktober 2014, berkomitmen untuk tidak memberikan kantong plastik untuk produk-produk yang dibeli di gerai. Sebagai gantinya, IKEA menyediakan FRAKTA yang berbahan dasar ramah lingkungan dan dapat terurai. Tas seharga Rp 9.900 ini dapat dipakai hingga 1.000 kali atau dapat dibilang siapapun bisa melakukan diet 1.000 kantong plastik.

4. Blue Bag Project: Misi sosial di balik penjualan FRAKTA di Indonesia

Info Terkait FRAKTA. Ilustrasi : IKEA

Fakta lainnya tentang FRAKTA yang mungkin kamu belum ketahui adalah misi sosial di balik penjualannya. Sebagai ganti uang yang dibayarkan oleh pelanggan untuk membeli FRAKTA, IKEA Indonesia membentuk program CSR yang dinamai Blue Bag Project. Pada tahun 2015, IKEA Indonesia bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia untuk mengadakan proyek air bersih dan sanitasi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hasil dari proyek ini adalah 100 Septik Tank yang dimanfaatkan oleh sebagian populasi dari daerah tersebut.

5. Blue Bag Project terbaru untuk memperkuat ketahanan Covid-19 di daerah  Jawa Barat

Inisiatif Sosial IKEA Melalui FRAKTA IKEA Blue Bag di Jawa Barat yang Diterima Langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Kiri). Foto : IKEA

Di tahun 2020, IKEA Indonesia kembali mengadakan inisiatif sosial lewat Blue Bag Project untuk ketahanan Covid-19 di Jawa Barat. Seluruh keuntungan yang didapatkan dari penjualan FRAKTA pada periode 1 Mei sampai 31 Juli 2020 di Indonesia, dikonversikan menjadi masker wajah pakai ulang dan matras, yang didonasikan oleh perusahaan minggu lalu. Selama periode kampanye Blue Bag Project, antusiasme pelanggan IKEA untuk berpartisipasi dalam kampanye sangatlah tinggi bahkan hasilnya melampaui ekspektasi.

Fakta-fakta tentang FRAKTA di atas menunjukkan komitmen IKEA dalam mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tujuannya, untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, sekarang konsumen juga kini paham telah berkontribusi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui uang yang dikeluarkan untuk membeli FRAKTA.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]