× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Levi’s Bikin Produk Berbahan Serat Tanaman Ganja

By Redaksi
Serat ganja merupakan bahan yang kaku dan kasar. Levi's menemukan cara menjadikannya lebih halus. Universal Images Group/Getty Images

Produsen denim terkemuka dunia, Levi Strauss & Co. melakukan debut produknya berbahan campuran tanaman ganja halus dan katun, Maret kemarin. Kepala bidang inovasi perusahaan Amerika tersebut, Paul Dillinger berharap produk berbahan campuran ini bisa dipasarkan selama 5 tahun ke depan.

Proses penghalusan daun ganja diketahui hanya butuh sedikit air dan bahan kimia (dibanding katun) dalam proses produksi busananya.

Dillinger menambahkan, tujuan jangka panjang dari proses ini menggabungkan ketersediaan katun dengan serat lain semisal daun ganja dalam seluruh lini produknya.

Dengan legalisasi penggunaan ganja oleh Pemerintah (Amerika Serikat) Desember lalu, industri ini mengalami booming: laporan data memperkirakan industri (ganja) ini akan bernilai USD 13,03 miliar pada 2026 mendatang. Mungkin anda masih berpikir bahwa serat dari ganja merupakan bahan dasar kosmetik (CBD). Faktanya, ternyata bisa dimanfaatkan pula sebagai bahan busana yang sustainable (berkelanjutan). Ikon busana denim Levi’s Strauss & Co. sudah membuktikannya.

Pada Maret lalu, Levi’s melakukan debut kolaborasi dengan label Outerknown dalam memproduksi celana dan jaket yamg terbuat dari campuran 69% katun dan 31% rami. Hasilnya produk terasa terbuat dari 100% katun. Kenapa pemakaian serat tanaman kontroversial ini dirasa penting? Dibanding katun, dalam produksi busana, proses penghalusan serat tanaman ganja amat sedikit memakai air dan bahan kimia. Tak seperti katun yang lebih boros air dalam pengolahan jadi bahan siap pakainya. Serat katun yang ada di busana anda diperoleh dari pucuk bulat yang ada di puncak pohon kapas, sementara serat ganja berasal dari dari batang tanamannya yang kokoh.

“Bahan ini lebih tahan lama, lebih kaku, dan seratnya lebih kasar,”ucap Paul Dillinger kepada Business Insider. Lebih cocok menjadi bahan tali. Namun, Levi’s akhirnya menemukan cara membuat seratnya lebih halus agar bisa padu dengan katun. Dan yang lebih menarik lagi dalam proses pengolahan batang menjadi bahan serat dasar hanya sedkit air yang dibutuhkan. “Ini tentu luar biasa. Bisa menarik kepenasaran konsumen. Tapi yang terpenting, ini membantu kami dalam pengadaan bahan baku produk ke depannya.”

Dillinger menerangkan, proses riset masih berlangsung beberapa tahun ke depan. Dia mengatakan, kelak bahan ini bukan hanya sekedar demi produk tertentu. “Perhatian kami membawa bahan ini ke lini produksi kami, menjadikannya produk portfolio Levi’s,” cetusnya bersemangat.

Dillinger menambahkan, pada 5 tahun ke depan, dia berharap tidak hanya menjadikan serat ganja ini bahan campuran katun, tapi menemukan cara agar menjadi bahan produk 100% yang punya kenyamanan katun asli.

Untuk sekedar tahu, dalam industri garmen dibutuhkan 3,781 liter air dalam proses produksinya, dimana 2.655 liter diantaranya dipakai untuk proses pengolahan serat. “Kami berhasil mengemat sampai 2/3 dari total konsumsi air saat mengolah bahan serat ganja ini. Itu penghematan yang luar biasa,” papar Dillinger.

“Masih banyak asumsi yang mengatakan, saat kita membeli produk sustainable, berarti mengorbankan estetika, atau sebaliknya. Anda tak lagi merasa harus berkorban untuk membeli produk yang sustainable,” tegas Dillinger. Jelasnya, Dillinger berharap konsumen tak merasa ada perbedaan saat memakai busana berbahan katun murni dibandingkan campuran serat ganja serta katun.

Sumber:
https://www.businessinsider.sg/levis-investing-in-hemp-as-a-cotton-alternative-2019-5/?fbclid=IwAR3NQg2zoJ9YWzEe3Q3BavVyh1lsv_OLpCFH-8AxI7jk3_WXjI2yEmYcYsk&r=US&IR=T

Keywords: , , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]