banner
Berita

Learning Centre Seminyak, Tempat Belajar Tentang Sampah

1138 views

Seminyak – Majalahcsr. Pada tahun 2004, Komang Ruditha dan tim Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Seminyak (TPST 3R Seminyak) telah memulai program bersih-bersih pantai secara sederhana, hanya dengan 1 truk kecil, 3 karyawan, dan 85 pelanggan. Seiring berkembangnya waktu, saat ini TPTS 3R Seminyak telah memiliki 16 truk, 36 karyawan, dan melayani lebih dari 800 pelanggan, termasuk rumah tangga dan hotel.

Mereka mengolah sampah organik menjadi pupuk organik yang digunakan oleh masyarakat dan hotel. Sedangkan sampah plastik, kertas, dan besi didaur ulang atau dijual untuk didaur ulang. Kemudian semua hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional dan masyarakat.

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai mitra kerja sama Desa Adat Seminyak beberapa tahun terakhir untuk program Bali Beach Clean Up, bersama dengan Legian, Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran memberikan dukungan dengan membentuk sebuah Learning center di TPST 3R Seminyak. Learning center tersebut akan memfasilitasi kunjungan belajar serta berbagai program lainnya untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah.

Learning center tersebut merupakan bagian terbaru dari fasilitas seluas 300 m2, yang saat ini mengelola sampah bagi lebih dari 800 pelanggan di wilayah Seminyak.

Tumpukan sampah plastik.
Dok. Tokomesin.com

Komang mengaku senang melihat antusiasme masyarakat untuk berkunjung dan belajar dari pengalaman mereka. Para pengunjung juga dapat meluangkan waktu lebih lama untuk berdiskusi dengannya dan tim. “Kami juga berharap, ke depannya learning center TPST 3R Seminyak dapat mengadakan lebih banyak pelatihan tentang pengolahan sampah,” jelasnya dalam rilis Sabtu (28/7).

“Kami senang CCAI memliki kesempatan untuk mendukung pengembangan program ini, dan kami harap ke depannya learning center dan fasilitasnya dapat membantu memaksimalkan proses pelatihan dari tiap kunjungan,” ujar Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz.

Hingga bulan Juli 2018, program harian Bali Beach Clean Up telah menyingkirkan lebih dari 38 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 78 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah baru tiap tahunnya.

Mulai tahun ini, tempat sampah yang didonasikan oleh CCAI bagi masyarakat di tiap wilayah operasionalnya, termasuk Bali, merupakan jenis tiga sistem, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

“Bali Beach Clean Up selalu mengedepankan kolaborasi sebagai bagian dari solusi. Kerja sama dengan Desa Adat Seminyak dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan contoh yang baik dari pentingnya kerja sama untuk pencapaian keberlanjutan yang lebih baik lagi,” tambah Kadir.

Dukungan perusahaan untuk pengembangan learning center tersebut merupakan bagian penting dalam pendekatan keberlanjutan Coca-Cola Amatil Group. Dikatakan Coca-Cola Amatil Group Managing Director, Alison Watkins bahwa edukasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam usaha untuk mengurangi sampah serta melindungi lingkungan.

Namun pihaknya menyadari bahwa masih banyak yang perlu dilakukan. Bersama dengan The Coca-Cola Company mendukung aspirasi “World Without Waste” (“Dunia Tanpa Sampah”), yaitu sebuah ambisi untuk meningkatkan dan mendaur ulang 100% kemasan Coca Cola pada tahun 2030.

“Hal ini merupakan komitmen global, dan kami akan berupaya keras untuk mewujudkannya di Indonesia dan wilayah lain tempat kami beroperasi,” tegasnya.

 

 

banner