× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

LastSwab, Cotton Bud Ramah Lingkungan dan Bisa Dipakai Ulang

By Redaksi
LastSwab - kickstarter.com

Desainer asal Kopenhagen, Denmark, mencoba mengatasi masalah limbah cotton bud dengan menciptakan alat pembersih dari kapas atau cotton bud yang dapat digunakan kembali bernama LastSwab.

Ide produk ini lahir dari kekhawatiran atas tingginya pencemaran alat alat pembersih terutama cotton bud di lingkungan kita. Bahkan, beberapa bukti menunjukkan bahwa pencemaran cotton bud bekas pakai sudah masuk ke perairan laut dalam dan mengganggu kehidupan ikan dan satwa laut lainnya.

Dilansir dari InhabitatLastSwab adalah hasil upaya khusus dari sekelompok desainer yang terdiri dari Kåre Frandsen, Nicolas Aagaard dan Isabel Aagaard untuk mengurangi limbah cotton bud yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut.

Menurut LastSwab dalam halaman Kickstarter-nya, 1,5 miliar cotton swab diproduksi setiap hari, dan rata-rata orang Amerika menggunakan 415 cotton bud setiap tahun. Di Inggris, kerusakan yang disebabkan dari limbah cotton bud sudah terbukti, untuk setiap 100 kaki (feet) pantai, ada sembilan limbah cotton bud yang ditemukan.

Sesuai dengan namanya, LastSwab diciptakan untuk menjadi swab “kapas” terakhir yang anda butuhkan. Gagasan untuk menggunakan kembali produk ini tidak jauh berbeda dengan sikat gigi yang dapat Anda gunakan lagi setiap hari.

LastSwab – kickstarter.com

Anda tidak perlu membuangnya setelah digunakan, cukup bilas di bawah keran air dengan sedikit sabun. Seperti cotton bud pada umumnya, LastSwab mudah untuk digunakan, namun penciptanya tetap menyarankan pemakainya untuk berhati-hati.

LastSwab terbuat dari bahan silikon bermutu medis yang tahan lama dan kuat namun lembut. Tidak hanya menjadi solusi jangka panjang, ia dapat menghilangkan limbah secara langsung, juga mengurangi emisi yang disebabkan oleh transportasi dan produksi secara massal dan berulang-ulang dari semua jenis konsumsi cotton bud.

Produk ini benar-benar dibuat dengan mempertimbangkan keberlanjutan, wadah penyimpananya pun dibuat agar dapat terurai secara alami.

Produk LastSwab, yang ditawarkan oleh perusahaan asal Denmark ini, terdiri dari dua jenis, ada versi standar yang diciptakan untuk membersihkan telinga dan satunya lagi khusus untuk make-up. Wadahnya pun tersedia dalam berbagai warna sesuai keinginan Anda.

Sejauh ini LastSwab telah mendapatkan dana sebesar DKK 4,789,213 (sekitar sepuluh juta rupiah, red.) dari 19.000 lebih pendukung melalui kampanye Kickstarter yang ditutup pada 16 Mei dan rencananya akan mulai dilakukan proses pengiriman pada bulan Agustus tahun ini.

Sumber:
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lastswab-cotton-bud-ramah-lingkungan-dan-bisa-dipakai-ulang/

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]