× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Laporkan Jika Melihat Kekerasan Perempuan dan Anak

By Redaksi

Perempuan dan anak merupakan sasaran yang paling rawan dari tindak kekerasan. Tindak kekerasan yang terjadi dapat menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan baik fisik, psikis, juga seksual yang berkepanjangan.

Berdasarkan data Dinas PPKBPPA, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi sejak tahun 2013-2017 adalah sebanyak 446 kasus, dan 61% diantaranya terjadi pada anak-anak. Jumlah kekerasan tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebanyak 141 kasus.

Pemerintah Kabupaten Garut pun pada tahun 2008 membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). P2TP2A diketuai oleh Dra.Hj.Salamah (2008-2009), Hj.Rani P.Dicky Chandra (2009-2014) dan Hj.Diah Kurniasari Rudy Gunawan (2014-sekarang).

Dok. Ist

Pembentukan P2TP2A merujuk pada UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sedangkan untuk menjamin, melindungi hak-hak perempuan dan anak serta perlunya penanganan serta tindakan yang nyata. Maka Pemerintah Kabupaten Garut juga mengeluarkan Peraturan Daerah No.13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan.

Dok. Ist

Tahun 2017 P2TP2A telah mendampingi 71 kasus dengan korban terbanyak menimpa pada anak-anak (41 orang) yang 58,5 % nya merupakan korban kasus kekerasan seksual. Tidak sedikit kasus yang mengharuskan adanya koordinasi dengan P2TP2A atau lembaga terkait dari kabupaten/kota lainnya bahkan di luar Provinsi Jawa Barat. Dengan mengandalkan jejaring kerja yang ada, P2TP2A mampu membantu Pemerintah Kabupaten Garut dalam pendampingan kasus-kasus tersebut.

Dengan motto “Melayani Untuk Memberdayakan”, P2TP2A bersama DPPKBPPPA dan Bagian Hukum Setda Garut, melakukan sosialisasi terkait peraturan Perlindungan Perempuan dan Anak  kepada aparat pemerintah desa dan perangkatnya. Juga bersama lembaga pendidikan memberikan upaya pencegahan tindak kekerasan kepada masyarakat luas baik organisasi kepemudaan, organisasi wanita maupun organisasi siswa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur masyarakat mengetahui dan mengerti pentingnya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dimulai dengan pencegahan serta berani untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui adanya tindak kekerasan yang terjadi di lingkungannya.

Dok. Ist

Selain P2TP2A, ditingkat kecamatan pada tahun 2017 juga dibentuk Gugus Tugas PPA dan Satuan Tugas PPA ditingkat desa, namun belum berfungsi secara optimal.  P2TP2A yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, ahli hukum, psikolog, psikiater, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak.

Pelayanan pengaduan, kesehatan, bantuan hukum dan rehabilitasi sosial yang dilakukan bekerjasama dengan berbagai lembaga instansi, namun sayangnya kerjasama ini belum dituangkan secara resmi.

P2TP2A Kab. Garut yang tahun 2017 mendapatkan Predikat Cluster “P2TP2A Maju” dan “P2TP2A Responsif” di tingkat Jawa Barat,  sejak tahun 2016 telah menempati sekretariat di Komplek  Sosial Centre, Jl.Patriot Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul (Call centre: 081224115639), memiliki fasilitas rumah aman dan kendaraan operasional.

 

Oleh: Nani Rohaeni

(Analis Kebijakan Setda Garut; Bid.Pendidikan, Pengkajian dan Penelitian P2TP2A)

 

Coba saja tanya soal film, obrolan pria berkacamata ini sulit berhenti. Sudah puluhan karya berkualitas ia hasilkan demi kemajuan industri perfilman nasional. Peran yang digelutinya pun bermacam, mulai dari penulis skenario, sutradara, hingga produser. Beragam penghargaan film sudah digenggam hasil dari kerja keras, dan pengakuan atas prestasi serta dedikasi. Pria yang akrab disebut Aris lahir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]