banner
Berita

Laporan Data Statistik Dengan Big Data

1941 views

Jakarta – Majalahcsr. Dekade yang lalu, National Statistical System (NSS) menghasilkan statistik hanya dari data administratif, sensus, dan survei. Data berbasis administratif dapat membantu mengurangi biaya pembuatan statistik dan membebani responden survei dan sensus.

Big Data dari perangkat elektronik, media sosial, mesin pencari, dan perangkat pelacakan sensor dan citra satelit kini menyediakan sumber data baru untuk NSS, dengan 3 Vs – (besar) volume, kecepatan, dan variasi untuk melengkapi statistik dari sumber tradisional. Big Data kemudian semakin dieksplorasi untuk tujuan pengembangan.

Misalnya, di Jakarta, percakapan Twitter tentang harga beras telah memberikan cara inovatif untuk memantau harga sebenarnya. Di Filipina, seperti yang dilansir oleh Responsiblebusiness.com, Bank Dunia telah bekerja sama dengan penyedia layanan angkutan naik Grab untuk meluncurkan Open Traffic Initiative, yang menggunakan data driver Grab untuk menghasilkan data dan statistik lalu lintas mendekati waktu nyata, termasuk kecepatan, aliran, dan antrian di persimpangan untuk mempelajari bidang-bidang penting dalam manajemen lalu lintas.

Contoh lain termasuk catatan detail panggilan dengan informasi tentang perilaku pelanggan seluler yang digunakan untuk proksi status kemiskinan pengguna ponsel. Jejak digital dari penggunaan telepon seluler juga dapat membantu melacak pergerakan populasi dan memeriksa perilaku orang-orang selama peristiwa bencana.

Divisi Statistik PBB telah mengembangkan inventarisasi proyek Big Data. Ini mencakup usaha yang lalu dan yang sedang berlangsung dalam memanfaatkan data pemindai dari rantai supermarket dan pengecer lain, serta harga online yang diperoleh dari web-scraping untuk menghasilkan indeks harga di Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea.

banner