× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Lagi, Adidas Luncurkan Lini Produk dari Limbah Plastik

By Redaksi
Adidas Ultraboost. Foto : amazon.com

Bahaya sampah plastik di lautan menggugah banyak pihak untuk berbuat sesuatu. Produsen apparel ternama di dunia, Adidas, tergerak untuk peduli. Adidas berencana merilis produk yang berbahankan polyester. Uniknya polyester ini terbuat dari polyester daur ulang dan limbah plastik yang mencemari lautan. Produk busana ini menyusul kesuksesan lini alas kaki yang juga terbuat dari bahan yang sama. Saat itu, Adidas berkolaborasi dengan Parley for the Oceans initiative memproduksi sepatu “ramah lingkungan”.

Adidas pertama kali berpartner dengan Parley pada 2015 mendesain sepatu dari bahan limbah plastik di pantai. Limbah plastik ini dikumpulkan dari wilayah pantai dan pesisir. Sampah tersebut berhasil menjadi 11 juta pasang sepatu di 2019.

Yayasan The Ellen MacArthur,  lembaga yang mewadahi aksi kampanye ekonomi sirkular untuk mengurangi sampah, mengatakan, kurang dari 1% dari baju yang bisa kembali didaur ulang. Artinya, 99% material baju senilai 100 miliar dolar terbuang sia-siatiap tahunnya.

Adidas akan melanjutkan produksi lini fashion-nya terutama sepatu dan pakaian olahraga dari bahan limbah plastik pada 2020.  Selain itu, Adidas juga meluncurkan Primeblue sebuah bahan khusus hasil kerja sama antara Adidas dan Parley for the Oceans (lembaga yang membersihkan sampah plastik di laut) untuk seri populer nya yaitu Ultraboost.

Secara total, apparel raksasa asal Jerman ini akan memproduksi 15 – 20 juta pasang sepatu berbahankan sampah material plastik di 2020.

Polyester daur ulang memang lebih mahal 10% dibanding polyster asli. Namun Adidas berupaya harganya ditekan agar lebih banyak lagi konsumen yang bisa memakai produk keberlanjutan mereka.

“Ini hanya sekedar waktu, ukuran, dan jumlah yang kami upayakan untuk membuatnya terjangkau (bagi konsumen),”ucap James Carnes, Presiden Utama Strategi Merek Adidas, kepada Reuters.

Adidas berharap pihaknya bisa memanfaatkan 50% bahan polyester daur ulang dalam material produk di 2020, dan 100% pada 2024. Pada 2019 lalu, Adidas mencoba memakai 46% polyester daur ulang, dan benar-benar 100% berbahan daur ulang pada 2024. Sepatu berlogo khas  3 garis ini berharap 46%  polyester daur ulang dipakai lini busana di 2019 lalu. Bandingkan dengan produk sepatu yang baru 28% diantaranya.   

Kritik terus dilancarkan para pegit lingkungan pada industri fashion, yang dianggap bertanggung jawab menyumbang 10% timbulnya gas rumah kaca, merujuk pada Yayasan Kemanusiaan Oxfam.

“Meningkatkan penggunaan polyester daur ulang sangat berpotensi mengurangi dampak massif pemakaian energi dan sumber kebutuhan bahan baku yang terbatas,”kata Anushka Challawala, analisis Lembaga Keuangan Barclays. “Busana olahraga bisa menjadi pionir sebagai pemimpin perubahan,”tutupnya.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]