× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kurangi Pengangguran SMK dengan Bengkel

By Redaksi
Dok. Istimewa

Jakarta – Majalahcsr. Pengangguran di Indonesia semakin menurun. Survei angkatan kerja nasional (Sakernas) yang dicatat Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional pada Februari 2017 sebesar 5,33 persen. Angka ini lebih rendah dari posisi Februari 2016, yaitu 5,5 persen maupun Agustus 2016, yakni sebesar 5,61 persen. Seperti yang dilansir oleh Katadata.co.id, tingkat pengangguran tersebut juga merupakan yang terendah sejak krisis finansial Asia pada 1998.

Namun ternyata lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang paling banyak menganggur, yakni mencapai 9,27 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2017 menjadi 5,33 persen.

Angka tersebut turun dari periode sebelumnya, yakni sebesar 5,50 persen. Akan tetapi, tingkat pengangguran tersebut masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk mengatasinya, program pencocokan perluasan link and match antara apa yang diajarkan di SMK dan kebutuhan dari dunia kerja saat ini perlu terus dilakukan.

PT Pertamina Lubricants, melalui Sales Region III wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berusaha menjawab tantangan tersebut dengan meluncurkan program kewirausahaan bidang perbengkelan roda dua untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan otomotif bertajuk Enduro Entrepreneurship Program (EEP). “Program ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat guna menciptakan wirausaha muda Indonesia secara tepat namun berkelanjutan,” ujar Vice President Sales & Support PT Pertamina Lubricants, Ibnu Prakoso dalam acara peluncuran program di gedung Oil Center, rabu (25/10).

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Fitri Erika menjelaskan bahwa program ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina Lubricants di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. EEP terdiri dari pelatihan softskill dan hardskill dengan diikuti oleh 63 siswa berprestasi dari 21 SMK yang memiliki minat kuat dan bermimpi untuk memiliki usaha bengkel mandiri.

“Program EEP ini merupakan akselerasi dari Enduro Student Program (ESP) yang sudah diluncurkan di beberapa kota seperti Cilacap, Gresik dan Lamongan serta di daerah Bojonegoro, Tuban dan Cepu,” papar Erika di lokasi yang sama.

Dok. Istimewa

Peserta yang terdiri dari 21 team sesuai dengan asal sekolahnya ini terdiri dari alumni dan siswa aktif di tahun akhir sekolah.

Desy Tresia, seorang siswi SMK dari SMK 12 Kabupaten Tangerang adalah satu-satunya perempuan yang mengikuti program ini. Ayahnya mempunyai sebuah bengkel sepeda motor, sehingga sejak kecil dirinya sudah akrab dengan oli, maupun alat-alat perbengkelan motor. Keinginannya untuk melanjutkan bengkel milik ayahnya membuat dirinya masuk ke SMK dengan jurusan otomotif.

“Saya masuk ke SMK otomotif karena keinginan saya untuk meneruskan usaha ayah saya,’’ ujarnya.

Dok. Istimewa

Nantinya, pada tahap pertama atau dikatakan masa inkubasi, para peserta akan diberikan pembekalan dan pelatihan softskill dari mentor-mentor terbaik dalam bidangnya baik dari PT Pertamina Lubricants ataupun dari praktisi dan akademisi yang sudah berpengalaman. Peserta akan diberikan wawasan seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan tentang lingkungan/bengkel ramah lingkungan dan safety, pelatihan character building, pelatihan public relation dan komunikasi, pelatihan creative thinking, pelatihan sales and marketing, product knowledge dan mengunjungi pabrik pertamina di Jakarta untuk mengetahui proses pembuatan pelumas.

Tahap kedua adalah fase kompetisi. Peserta akan ditantang untuk membuat sebuah ide dan perencanaan bisnis. Kompetisi ini akan menghasilkan 5 tim dengan ide terbaik untuk diikutkan dalam proses tahap tiga yaitu Bootcamp. Tahap ketiga ini peserta dibawa untuk pelatihan hardskill di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) dan melakukan magang di bengkel binaan perseroan di wilayah Jabodetabek.

Dalam tahap ini kelima tim akan diberikan modal usaha untuk membuat bengkel mandiri secara inkind misalnya peralatan perbengkelan, spareparts, pelumas dan masih banyak lagi. Disesuaikan dengan jumlah dan besaran dengan penilaian dan ranking tim.

Tahap terakhir adalah pendampingan bisnis bersama tim lima besar terbaik dimana akan diberikan mentorship lebih mendalam dalam perencanaan bisnis / business plan bengkel mandiri. Namun 3 terbaik diantara 5 tim tersebut akan diberikan branding bengkel untuk SMK masing-masing yang bertujuan untuk menhidupkan usaha bengkel di sekolah untuk dijadikan lab praktik usaha secara mandiri.

 

 

 

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]