× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kurangi Pengangguran, Pertamina Lubricants Ajarkan Wirausaha

By Redaksi
Alumni Beasiswa PT Pertamina Lubricants. Dok. Tatan Agus Rustandi

Jakarta – Majalahcsr. Pabrik pengolahan pelumas PT Pertamina Lubricants unit Cilacap membantu siswa SMK berwirausaha. Dari BPS Cilacap, pada tahun 2014 pengangguran di Cilacap sebesar 5,65%. Sedangkan pada tahun 2015 ditengarai mencapai 8,01% atau 62 ribuan orang pengangguran yang sebagian besar berasal dari SMK.

Dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Lubricants telah melakukan perubahan pola pendekatan dari pendekatan filantropi yang hanya berfokus pada donasi dan voluntir menjadi pendekatan Creating Shared Value (CSV) yakni kemitraan strategis yang dapat menciptakan dampak dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan tidak hanya bagi masyarakat namun juga sebagai bagian dari strategi jangka-panjang perusahaan. Evolusi program CSR Pertamina Lubricants tersebut diciptakan melalui Enduro Student Program (ESP).

“Enduro Student Program pertama kali diluncurkan pada 2016 lalu di Cilacap dimana salah satu pabrik kita beroperasi. Tahun ini sudah masuk batch 2 yang dimulai pada Agustus 2017 lalu dan sudah dilakukan replikasi program di Gresik, yang juga merupakan wilayah dimana pabrik kami berada,” Ujar Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Fitri Erika, di Jakarta (3/10), dalam diskusi yang diselenggarakan Editor Energi and Mining Society (E2S).

ESP berfokus pada sektor pendidikan berupa peningkatan pendidikan bidang otomotif sepeda motor dan kewirausahaan bengkel mandiri. Tujuannya adalah untuk mencetak wirausaha tenaga muda produktif Indonesia di bidang otomotif khususnya dunia perbengkelan.

Pada program ESP, peserta diberikan pelatihan teknik sepeda motor bersama Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), praktek kerja (magang) dan mentorship oleh bengkel mitra binaan PT Pertamina Lubricants, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan usaha perbengkelan.

Sasaran utama adalah siswa atau alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibidang otomotif. SMK dipilih karena merupakan jenjang pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan industri kerja baik dalam bidang otomotif, teknologi atau bidang lainnya. Dan segmen otomotif, khususnya teknik mekanik ini sesuai dengan kegiatan industri yang dijalankan oleh perusahan.

“Semoga link and match vokasi industri atau sekolah binaan Pertamina Lubricant bisa ikut membantu mengurangi angka pengangguran,” ujar Community Development Officer PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap, Asri nuraeni di Cilacap Rabu (4/10).

Perbincangan kami di Selasa (08/01/19) siang itu berlangsung santai. Venue di kedai kopi ternama di kawasan Kuningan turut pula mendukung obrolan ringan kami. Restu Pratiwi demikian nama lengkap tokoh MajalahCSR minggu ini. Mengaku menyenangi pekerjaannya yang berhubungan dengan pembangunan kemasyarakatan. Dia tercatat pernah menjadi konsultan sosial kemasyarakatan di berbagai lembaga/organisasi, baik swasta maupun nirlaba, nasional […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]