× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kurangi Kesenjangan Sosial Dengan PINTAR

By Redaksi

Yogyakarta – MajalahCSR. Ketimpangan sosial dapat menyebabkan kesejahteraan masyarakat tidak merata. Dengan demikian, hak sebagai warga pun tidak bisa terpenuhi sebagaimana harusnya dan tidak mendapatkan manfaat dari kemajuan pembangunan.

Adalah Program Peduli yang bertujuan meningkatkan inklusi sosial bagi enam kelompok yang paling terpinggirkan di Indonesia, yang kurang mendapatkan akses terhadap layanan pemerintah dan program perlindungan sosial.

Enam kelompok tersebut adalah: remaja dan anak-anak rentan; masyarakat adat dan lokal terpencil yang tergantung pada sumber daya alam; korban diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama; orang dengan disabilitas; korban pelanggaran hak asasi manusia dan restorasi sosial; serta transpuan.

Saat ini, Program Peduli bekerja sama dengan 8 organisasi mitra payung di tingkat nasional dan 69 organisasi masyarakat sipil di 75 kota/kabupaten yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia.

Dok. Peduli

Kelompok ini merupakan kelompok masyarakat yang miskin dan minoritas, disingkirkan oleh masyarakat dominan dan tidak dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik dan ekonomi. Tokoh inspiratif, Pandu Inklusi Nusantara (PINTAR) telah bekerja untuk mengubah hal tersebut.

Hasil pekerjaan PINTAR saat ini seperti yang disebutkan dalam rilis, sabtu (4/11) membuat lebih dari 20.000 orang akhirnya memiliki identitas legal seperti Kartu Tanda Penduduk, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga. Sekitar 10.000 orang dapat mengakses bantuan sosial dan layanan publik, sekitar 20.000 orang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Lebih dari 5 miliar Rupiah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan dan kebijakan yang inklusif di tingkat lokal dan nasional.

Theresia Titahing Ruci atau yang biasa dipanggil Ibu Tice salah satu PINTAR dari Kota Yogyakarta telah berhasil mengubah persepsi dan stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di lingkungannya.

Ada juga Doddy Kurniawan Kaliri dari Kabupaten Sleman adalah seorang disabilitas daksa, dulunya berpandangan orang dengan disabilitas masih perlu bergantung pada bantuan orang lain dan program pemerintah. Namun kini Doddy berdaya dan aktif mengadvokasikan program pembangunan dan anggaran pemerintah untuk disabilitas; mengembangkan sistem ekonomi yang inklusif melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan merintis Ikatan Pengusaha Inklusif; fokus dalam mengembangkan literasi digital; serta mengadvokasikan partisipasi disabilitas dalam pemilihan umum dan politik.

Dok. Peduli

Ibu Tice dan Doddy adalah dua contoh PINTAR yang bekerja untuk kelompok disabilitas. Masih ada lebih dari 5.000 PINTAR lainnya yang tersebar di 75 kabupaten/ kota, 21 provinsi di Indonesia yang berdedikasi untuk kelompok marginal lainnya.

Pemerintah akan mengapresiasi para tokoh inspiratif ini pada 6-8 November 2018 dan akan dihadiri lebih dari 150 PINTAR dari berbagai daerah di Indonesia. Pihak pemerintah diwakili oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta dengan beberapa tokoh masyarakat.

Keywords: , ,
[contact-form-7 404 "Not Found"]