× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kubah “Kiamat” di Arctic yang Menyimpan Jutaan Varian Benih Pangan

By Redaksi
Benih di Kubah Svalbard. Foto : Crop Trust

Sebuah kubah dibangun di kawasan Arctic untuk menampung beragam benih mulai beras, gandum, dan jenis pangan lain yang tersimpan dalam tabung-tabung khusus. Ada jutaan benih pangan yang disimpan,  belum termasuk jenis spesimen baru yang berasal dari Suku Indian Cherokee.

Kubah benih Svalbard Global ini dibangun pada 2008 dan didesain sebagai tempat penyimpanan khusus benih. Tujuannya, untuk melindungi kelangsungan hidup manusia bila terjadi bencana perang nuklir atau penyakit berbahaya serta fungsi ketahanan pangan global.

Seperti dilansir dari Reuters, fasilitas ini berlokasi di pulau Spitsbergen, Kepulauan Svalbard, antara Norwegia dan Kutub utara. Dalam kurun setahun, hanya sesekali kubah ini dibuka untuk pemeliharaan benih yang ada di dalam. Pada Selasa (25/2/2020), ada penambahan 30 benih baru yang salah satunya diambil dari India, Mali, dan Peru.  

Svalbard Vault. Foto : Encyclopedia Britanica

The Royal Botanical Gardens di Kew, Inggris, adalah salah satu penyumbang benih yang berasal dari kediaman pribadi, Pangeran Charles, Highgrove.   

Selain menyimpan benih, kubah tersebut juga menyilangkan benih-benih yang ada sehingga didapat varietas tanaman baru. Pertanian di dunia mengembangkan sekitar 7000 jenis tanaman berbeda, tapi para ahli mengatakan, kini kita bisa memenuhi kebutuhan 60% kalori yang didapat dari 3 tanaman pokok; jagung, gandum, dan beras. Hal ini sangat riskan bila terjadi kondisi iklim yang mengakibatkan 3 tanaman ini gagal panen berkepanjangan.

“Kubah benih ini sebagai pelindung sistem ketahanan pangan global di bumi,” ucap Stefan Schmitz, Direktur Eksekutif Crop Trust, lembaga asal Bonn, Jerman, yang mengelola kubah benih tersebut.   

“Kami butuh mengembangkan keanekaragaman hayati ini, untuk menyediakan pangan bergizi dan sehat,” lanjut Stefan kepada Reuters. Pihaknya juga, menurut Stefan, mendorong petani, terutama yang skala kecil, untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan sehingga bisa beradaptasi dengan kondisi apapun.

Satu dari sembilan manusia mengalami kelaparan di dunia, merujuk pada data Program Pangan Dunia yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di pihak lain, para ilmuwan memprediksikan pola cuaca yang tak menentu dapat mengancam kualitas dan kuantitas ketersediaan pangan.  

Kubah Svalbard dibuka terakhir kali pada Oktober tahun lalu. Dengan tambahan pada Selasa kemarin, ada sekitar satu juta lebih benih dari seluruh negara di dunia.

Pada 2015, periset melakukan penarikan benih pertama kali untuk menyuplai wilayah perang saudara di Suriah yang menghancurkan bank benih di Kota Aleppo. Benih yang tersisa dari Kota Aleppo tersebut kembali ditumbuhkan di Svalbard pada 2017.  

Pada Oktober, Norwegia menghabiskan USD 11 juta, untuk meng-upgrade gedung kubah. Hal ini untuk menjadikan kondisi benih tetap beku meskipun listrik mati. Meskipun banyak terjadi hal yang tak diharapkan, semisal es mencair karena mulai terjadinya perubahan iklim, namun jutaan benih dilaporkan tak mengalami kerusakkan.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]