× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Krisis Iklim Mengancam Keberadaan Lebah Bumblebee

By Redaksi
Ilustrasi Lebah Bumblebee. Foto : Istimewa

Krisis iklim ternyata berdampak ke banyak hal. Diantaranya mendorong penyalahgunaan pestisida, keberagaman tanaman yang terancam, sementara parasit dan hama terus bermunculan karena terjadinya badai. Semuanya berakibat pada populasi lebah kuning (bumblebee) terutama di Eropa dan Amerika Utara yang tertekan. Tiga orang ilmuwan, Peter Soroye,Tim Newbold, dan Jeremy Kerr, mengungkapkan hal ini melalui publikasi di jurnal ilmiah, Science. Riset tersebut menggambarkan, hanya dengan satu generasi manusia saja, kelangsungan hidup lebah bumblebee menurun hingga 30%.

Kepunahan masal dari lebah bumblebee ini boleh jadi menandakan masa depan suram tumbuhan liar dan tanaman pertanian. Sebab, tawon adalah salah satu hewan penyerbuk tanaman yang sangat penting.

Seperti dilansir dari inhabitat Pemanasan global memicu suhu ekstrim dan curah hujan yang tak terprediksi. Kondisi atmosfir tersebut memperburuk kepunahan lebah bumblebee, mengikis koloni, mempersempit wilayah mereka, dan juga habitatnya yang awalnya mendukung populasi sang lebah. Lebah bumblebee adalah serangga penyuka panas. Mereka lebih mudah berkembang biak di wilayah bersuhu hangat atau panas.

Namun iklim bukan satu-satunya penyebab. Penggunaan lahan yang kian meluas, juga menyumbang hilangnya habitat, termasuk pemakaian pestisida. Ukuran tawon lebih besar dibanding lebah madu. Lebah bumblebee bukan penghasil madu, peran mereka sebatas penyerbuk tanaman. Banyak varian buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran dan tanaman pokok pertanian yang mengandalkan peran lebah ini.

“Saat bumblebee hinggap pada bunga, mereka menggoyang bunga, sehingga serbuk sari pun terlepas,”jelas Peter Soroye, ketua peneliti riset. “Banyak tanaman seperti labu, buah berry, tomat, mengandalkan tawon untuk penyerbukannya, sementara lebah dan penyerbuk lain tak bisa melakukannya.”

Di Eropa, populasi bumblebee mengalami penurunan rata-rata 17% mulai 1975 hingga 2000. Sementara bumblebee Amerika Utara, jumlahnya jauh merosot lebih kurang 46% di periode yang sama. Jumlah ini bisa memprediksikan, jika hilangnya habitat bumblebee bakal berdampak pada jumlah keberagaman makanan di masa depan.

“Jika kondisi ini terus terjadi tanpa ada perubahan, maka kita akan secepatnya menghadapi kepunahan serangga ini selamanya,” cetus Soroye. Untuk menghindari kepunahan tersebut, dia merekomendasikan,”Jika anda punya kebun, tanamilah dengan tanaman asli wilayah anda, sehingga mengundang kawanan bumblebee untuk datang.”

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]