banner
Ilustrasi Buah Jeruk. Foto ; Istimewa
Ragam

Kota Sevilla di Spanyol Ubah Jeruk Jadi Listrik

593 views

MajalahCSR.id – Jeruk dikenal sebagi sumber vitamin C dan kaya serat. Pun karena cita rasanya, banyak orang yang menyukai buah yang menyegarkan ini. Tapi jeruk yang selama ini kita ketahui sebagai asupan yang menyehatkan, ternyata bisa menjadi sumber energi.

Sebuah perusahaan di Sevilla, Spanyol, menemukan manfaat lain buah jeruk ternyata mampu menghasilkan energi listrik. Kota Sevilla adalah pusat penghasil jeruk, di mana disebutkan terdapat 48.000 pohon jeruk di sana. Namun sayangnya, bila buah-buahan itu jatuh berserak dari pohon, jalanan menjadi kotor.

Agar jalanan tak menjadi lengket karena diceceri sampah jeruk yang mengganggu, perusahaan itu memungut ceceran limbah jeruk dari jalan. Hal itu dilakukan untuk memanen metana dari jeruk yang membusuk, sehingga bisa dijadikan sumber energi bersih.

Perusahaan air ini, Emasesa, di Sevilla, bakal memulai program energi ini dengan memanfaatkan 35 ton limbah jeruk di fasilitas yang sudah disediakan pemerintah setempat. Metana yang ditangkap dari jeruk yang sudah mengalami fermentasi itu akan menggerakkan generator yang mengaliri listrik pabrik pemurni air.

Jika eksperimen ini berhasil, limbah jeruk yang dipakai mampu menyuplai tenaga listrik lebih dari yang dibutuhkan. Para ahli menyebutkan, pada eksperimen awal, sekitar 1 ton limbah jeruk mampu mengaliri listrik 5 rumah dalam sehari. Apabila menggunakan semua jeruk yang dipanen di Sevila, energi yang dihasilkan mampu menyuplai listrik ke 73.000 rumah di seantero Sevila.  

“Kami berkeinginan sesegera mungkin bisa mendaur ulang seluruh limbah jeruk di kota ini,” harap Benigno Lopez, Kepala Departemen Lingkungan di Emasesa. Kepada The Guardian dia mengatakan, jeruk tersusun dari fruktosa yang memiliki rantai karbon pendek. Rantai karbon ini menjadi sangat ‘enerjik” selama proses fermentasi sehingga menghasilkan metana.

“Ini bukan hanya soal menghemat uang. Produk jeruk di sisi lain punya dampak kurang menguntungkan bagi kota kami, hingga akhirnya kami bisa memiliki nilai tambah dari limbahnya,” sebut Lopez. Menurutnya, Sevila membutuhkan investasi senilai US$ 300.000  atau sekira Rp 4,2 miliar untuk mewujudkan proyek ini.

Jeruk adalah buah yang sudah familiar di Spanyol, bahkan sudah ada sejak 1.000 tahun lalu. “Buah ini punya leluhur di sini, mereka tahan pada polusi dan mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungan,” kata Fernando Mora Figueroa, Kepala Taman Kota di Sevila. “Menurut orang-orang, Sevila adalah kota jeruk terbesar di dunia.”

 

banner