× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

KOPI Lirik CNG untuk Kembangkan Bisnis.

By Redaksi
RUPST PT Mitra Energi Persada (KOPI). Dok. KOPI

Jakarta – Majalahcsr. PT. Mitra Energi Persada (IDX : KOPI) melirik penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) seiring dengan proyek pembangunan infrastruktur jalan tol yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Menurut perseroan, dengan adanya proyek ini, maka jalur distribusi perseroan untuk CNG akan mudah.

“CNG kan diangkut dengan kendaraan darat, bukan pipa. Jadi lebih mudah nantinya,” ujar Direktur Utama KOPI, Ivo Wongkaren usai RUPST selasa (3/5).

Ivo juga menjelaskan, penggunaan CNG membuat perseroan lebih fleksibel dalam penyalurannya. Apalagi untuk calon konsumen yang banyak didaerah dengan volume yang kecil. Namun perseroan juga memikirkan cara yang lebih efisien, baik kendaraan maupun fasilitas kompresi.

KOPI juga akan menambah jumlah pasokan gas sebesar 30% dari 3,7 BBTUD menjadi 5 BBTUD dengan jangka waktu dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Pada bulan desember 2016, Menteri ESDM telah menyetujui penambahan alokasi dan pemanfaatan gas dari PT Medco E&P Indonesia  Perseroan pun berusaha menghabiskan jatah tersebut dengan menawarkan kepada pelanggan lama dan mencari pelanggan baru.

Pelanggan perseroan saat ini sebanyak 8 perusahaan, bergerak di bidang crumb rubber didaerah Sumatera Selatan. Agar penambahan pasokan gas tersebut bisa terserap, perseroan akan menawarkan jumlah yang lebih banyak untuk diserap industri tersebut, juga mencari konsumen potensial di industri keramik.

Perseroan saat ini telah mempunyai jaringan pipa gas sepanjang 25 km didaerah Sumatera Selatan termasuk Palembang, dengan kapasitas terpakai sebesar 50%. Namun untuk menjaga penyaluran logistik penyaluran gas, perseroan berencana untuk menambah jaringan pipa gas sepanjang 5 km hingga akhir 2017.

Sampai dengan akhir tahun 2016, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp181,7 miliar, turun sebesar 8,4% dari Rp198,4 miliar pada tahun 2015. Tetapi mengalami kenaikan Laba Komprehensif 10,4% menjadi Rp19,1 miliar dari sebesar Rp17,3 miliar pada 2015.

 

 

Keywords: , , , ,

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]