× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kopi Garut Goes to Taiwan

By Redaksi
Dok. Kominfo Garut

Garut – Majalahcsr. Kopi Garut ternyata mulai diminati oleh masyarakat mancanegara. Buktinya, salah satu importir kopi asal Taiwan melakukan pembelian kembali setelah mengimpor kopi Garut pada tahun 2017 lalu.

Dikatakan Mr. Chaci, kopi dari Garut dengan merek “Mahkota Coffee” ini mempunyai cita rasa unik, berbeda dengan jenis kopi dari negara lainnya. Sehingga dirinya pun tidak keberatan untuk membeli Mahkota Coffee lagi, walaupun harganya fluktuatif.

“Kopi di Indonesia harganya naik turun,” tuturnya, Rabu (18/4).

Dok. Kominfo Garut

Padahal jika dibandingkan dengan kopi dari Elsavador, Guatemala, Afrika, dan Ethiopia yang dijual di Taiwan, kopi dari Indonesia lebih mahal. Namun lagi-lagi demi kualitas dan rasa yang lebih baik, dirinya memilih kopi dari Indonesia.

Bahkan Ia rela untuk memberikan dukungan berupa pupuk organik kepada petani yang tergabung dalam kelompok Tani Kasuga agar kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang unggul. Namun dirinya menggaris bawahi agar petani juga diberikan edukasi yang baik agar mengerti cara menanam, merawat hingga memetik kopi.

Khusus untuk kopi yang akan di impor, Chachi turun tangan dengan memberikan tips tentang menjemur kopi. Yaitu berhubungan dengan kadar air yang ada didalam kopi, yang akan berpengaruh pada citarasa kopi itu sendiri.

Rencananya Chachi akan mengimpor kopi jenis arabica ini sebanyak 2 ton pada Juli 2018. Namun berupa biji kopi mentah yang belum dimasak.

Ki-ka : Analis Kebijakan Setda Garut Ir. Nani Rohaeni, Kabid Perkebunan Garut Ir Haeruman M.P, Pemilik Mahkota Coffee Hari Yuniardi.
Dok. Kominfo Garut

Daerah Garut dikenal dengan semboyan “gurilaps” atau gunung, rimba, laut, pantai dan sungai. Analis Kebijakan Setda Garut, Ir.Nani Rohaeni MP mengingatkan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, alangkah baiknya jika disesuaikan dengan potensi yang ada.

“Potensi yang ada di Garut salah satunya adalah kopi. Kopi adalah tanaman yang hidup didaerah tinggi maupun rendah,” ujarnya.

Keywords: , , ,

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]