× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Konsumsi Rumput Laut untuk Tangkal Emisi

By Redaksi
Seaweed U Kemasan Makanan yang Terbuat dari Rumput Laut dan Juga Dapat Dikonsumsi. Foto : Seaweed U

MajalahCSR.id – Umumnya etnis Asia menganggap rumput laut adalah menu terbaik untuk diet. Sebagai contoh, bahan makanan  ini bisa ditemukan di sup miso, susi rol, atau agar-agar jeli. Namun bagi orang-orang di belahan barat, mereka kurang paham cara mengolah jenis pangan ini. Hal ini cukup disayangkan, karena rumput laut adalah pangan kaya nutrisi yang lestari atau berkelanjutan.

Beranjak dari kondisi ini, seorang desainer multidisiplin, Wenwen Fan, berupaya membuat cara baru untuk mengonsumsi rumput laut.

“Sebagai desainer multidisiplin yang berpengalaman, saya sangat berhasrat mendesain sesuatu yang bisa memadukan, mengintegrasikan pengalaman agar mengubah perilaku.  Dengan melakukan simulasi untuk menciptakan kemasan dari rumput laut, saya percaya pengalaman yang baik berasal dari kesesuaian konteks, menginformasikan secara praktis keseharian, dan relevan secara kultur kebiasaan,” tutur Fan.

Wenwen Fan yang merupakan lulusan The Royal College of Art ini mengembangkan kemasan makanan yang dapat dimakan yang diberi merek ‘Seaweed U’. Produk kemasan ini terdiri dari pembungkus warna warni dan kantong  makanan yang bisa larut sehingga produk tersebut menjadikan rumput laut terlihat menyenangkan, enak dan praktis untuk dinikmati. Tak hanya itu dengan mengonsumsinya pun bisa melengkapi nutrisi karena mampu menambahkan vitamin, mineral dan pati pada makanan lain.

Fan berharap, Seaweed U yang diperkenalkannya ini bisa membantu pasar global untuk lebih menerima pangan rumput laut. Mengonsumsi pangan rumput laut berarti turut berperan dalam memerangi perubahan iklim.

“Menurut para ahli, mendirikan ‘ladang’ rumput laut dengan hanya memakai 9% dari luas lautan di bumi, dapat mengendalikan emisi karbon dengan jumlah yang besar,” kata Fan.

Seaweed U merupakan unsur vegan lantaran terbuat dari rumput laut kering dan ekstrak sayur. Sehingga mengonsumsi makanan yang berbasis tanaman ini sangat baik untuk planet bumi. Sumber pangan nabati lebih baik dibanding pangan berbasis hewani karena menghasilkan emisi yang besar.  

Berbicara soal pembungkus dari bahan rumput laut, sebagian masyarakat kita mungkin pernah mengenal permen susu berwarna putih asal Tiongkok yang pembungkus dalamnya dapat dimakan karena terbuat dari agar-agar. 

 

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]