× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kompas 100 CEO Forum, Kebijakan Ekonomi Makro 2018, Menjaga Pertumbuhan Berkualitas

By Redaksi
Dok. Istimewa

Jakarta– Majalahcsr. Kompas 100 CEO Forum yang diadakan oleh Harian Kompas bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengundang para CEO sebagai para pelaku usaha untuk berdialog dengan pemerintah dalam sebuah diskusi terkait pemahaman dan latar belakang penyediaan energi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dan tahun selanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan mencapai 5,4 persen pada 2018, setelah tahun lalu berhasil direalisasikan mengalami peningkatan sebesar 5,02, sedangkan target tahun ini adalah 5,2 persen. Untuk dapat memenuhi target tersebut, pemerintah terus berupaya memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan di berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Mari kita memakmurkan dan mensejahterakan negeri ini bersama-sama,” ujar Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di sela-sela acara Kompas 100 CEO Forum Rabu (29/11).

Dok. Istimewa

Selain itu, pengembangan daerah-daerah perbatasan Indonesia juga menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk lebih ditingkatkan pembangunan infrastrukturnya, baik konektivitas maupun ketersediaan energi yang menjadi kunci dari pemerataan ekonomi tersebut. Dalam hal ini, pemerintah tengah berupaya merealisasikan program pembangunan pembangkit listrik dengan target 35.000 megawatt pada 2019.

“Fokus PLN dalam pemerataan listrik di Indonesia adalah pada daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Dengan pemerataan ini diharapkan ekonomi Indonesia dapat meningkat,” jelas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ditempat yang sama.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk memantapkan angka pertumbuhan ekonomi pada 2018 mendatang adalah dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih aktif mendukung ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah agar berdaya saing tinggi. Hal ini dipercaya dapat turut berkontribusi positif bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Kompas 100 CEO Forum tahun ini diawali dengan Lunch Forum with CEO pada 21 November 2017. Acara yang mengangkat tema “Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lima Tahun ke Depan” ini dihadiri oleh CEO, diantaranya, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi Gunadi Sadikin, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI/Persero) Edwin Syahruzad, dan Ketua Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar.

“Kompas 100 CEO Forum ini adalah wadah untuk bertemu dan bertukar pikiran mengenai perekonomian masa depan,” Ujar CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Rabu (29/11).

“Kebijakan Ekonomi Makro 2018 untuk Menjaga Pertumbuhan Berkualitas” menjadi tema untuk perhelatan ke-8 Kompas 100 CEO Forum 2017. Acara ini terbagi ke dalam 2 sesi, yakni forum dan konferensi. Sesi forum dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, Menteri ESDM Republik Indonesia Ignasius Jonan, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang memberikan pembahasan pembukaan terkait kebijakan pemerintah pada 2018 di tengah kebutuhan terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta terjadinya pemerataan kemakmuran.

Lebih lanjut Lilik menjelaskan, Kompas 100 CEO Forum mengenai Kebijakan Ekonomi Makro 2018 untuk Menjaga Pertumbuhan Berkualitas kali ini adalah sehubungan pada tahun 2018 Indonesia menghadapi pemilihan ketua daerah serentak tiap kabupaten dan kota. Sehingga diharapkan pesta demokrasi ini nantinya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui beberapa strategi Paket Kebijakan Ekonomi, salah satunya melalui percepatan penyediaan infrastruktur. Komitmen pemerintah dalam penyediaan infrastruktur terlihat antara lain pada isu strategis penyediaan air, pangan, dan energi.

Dok. Istimewa

Salah satu tantangan dalam mencapai kedaulatan energi hingga saat ini adalah kondisi krisis energi yang dapat meningkatkan risiko rasio elektrifikasi di Indonesia. Beberapa hal yang menjadi perhatian bersama dalam penyediaan infrastruktur dan energi di Indonesia, di antaranya perbaikan regulasi, terobosan kebijakan, dan pendanaan kreatif. Dalam upaya pembangunan Indonesia agar dapat berjalan dengan baik, diperlukan dukungan dari semua pihak terhadap program pemerintah.

Pada sesi konferensi, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Ketua Umum KADIN Indoensia Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. M. Zainul Majdi membawakan materi terkait kolaborasi BUMN, sektor swasta, dan pemerintah daerah untuk membangun sektor energi di Indonesia. Hadir pula, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang mempertajam pembahasan mengenai kebijakan ekonomi makro 2018.

 

Tentang Kompas100 dan CEO Forum

Indeks Kompas 100 adalah suatu indeks saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Indeks Kompas 100 secara resmi diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan harian Kompas pada Jumat, 10 Agustus 2007. Saham-saham yang terpilih untuk dimasukkan dalam indeks Kompas 100 ini, selain memiliki likuiditas yang tinggi serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, menjadi benchmark karena merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Kompas 100 CEO Forum merupakan forum diskusi CEO dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Indeks Kompas 100. Forum ini diselenggarakan sejak 2008 oleh harian Kompas. Setiap tahunnya, diskusi ini tak hanya melibatkan para pimpinan perusahaan, tetapi juga mengundang pemerintah yakni Presiden atau Wakil Presiden serta menteri kabinet, serta otoritas moneter seperti Gubernur Bank Indonesia sebagai narasumber maupun peserta.

 

 

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]