× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

KIPIN, Kios Pintar yang Bikin Kerja Sekolah Mudah

By Redaksi

Dulu, buku kertas (baca: fisik) merupakan salah satu alat literasi dan pembelajaran yang standar. Para guru dan siswa selalu menjadikannya sebagai sarana pendongkrak pengetahuan. Namun jaman sudah berganti, teknologi berkembang pesat dengan pasti. Pengaruhnya kemana-mana tak terkecuali menghampiri dunia pendidikan. Perlahan, buku kertas yang selama ini jadi alat teks wajib di sekolah, fungsinya mulai tergeser oleh era digital.

Para murid tak lagi harus membawa buku pelajaran dari kertas yang juga membebani barang bawaan mereka. Sekarang ada teknologi mirip mesin ATM yang memudahkan para guru dan siswa atau siapapun yang terlibat dalam dunia belajar mengajar. Alat dengan teknologi layar sentuh bernama KIPIN ini mempermudah para siswa sekaligus guru dalam mendapatkan materi pembelajaran. Ada ribuan buku sekolah, ratusan latihan soal, video pendidikan, dan komik literasi, yang tersedia untuk aneka jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

Berbeda dengan teknologi lain, KIPIN ATM dirancang untuk pengembangan fasilitas perpustakaan sekolah, bukan untuk mengantikan guru tapi khusus untuk membuat pekerjaan guru setiap hari menjadi lebih mudah. Hal ini menjadikan KIPIN sebagai pilihan nomor satu dan favorit guru-guru pada acara pendidikan di Jakarta beberapa bulan yang lalu. Tercatat ada ratusan guru yang melakukan registrasi.

Tak perlu online, KIPIN pun dapat diakses secara offline atau tanpa koneksi internet. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan fasilitas EDUSPOT, siswa bisa mengunduh sendiri semua materi pelajaran yang ada di dalam KIPIN ATM secara gratis. Untuk mendapatkan KIPIN ATM dapat mengajukan surat permintaan ke Dinas Pendidikan di wilayahnya masing-masing atau yayasan pembina. Pihak sekolah juga dapat mengirimkan permohonan info lebih lanjut ke alamat email: info@pendidikan.id. Sementara untuk info webnya dapat diklik di : www.KIPIN.id

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]