× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ketika Para Pesohor Dunia Berlomba Donasi Penanganan COVID-19

By Redaksi
Ilustrasi Filantropi. Foto : Kevin Van Aelst

Tak hanya Jack Ma, sebagai tokoh dunia yang peduli pada pandemi COVID-19. Ada Bill Gates sampai Justin Bieber. Apa aksi kepedulian mereka mengatasi wabah COVID-19 tersebut?

Pandemi COVID-19 banyak melahirkan kisah tak terduga. Belum lama ini nama Bil Gates masuk ke ranah trending di GoogleGara-garanya beredar artikel berjudul “FBI Arrests Bill Gates For Biological Terrorism After Tip Off From Melbourne 5G Protestors” atau yang jika diterjemahkan “FBI Menangkap Bill Gates Karena Terorisme Biologis Setelah Memberi Tip Dari Melbourne 5G Protestor” yang dimuat di situs betootaadvocate[dot]com pada 11 Mei 2020.

Benarkah? Artikel itu memuat foto yang seolah adalah suasana penangkapan Bill dengan tangan diborgol.

Jelas, ternyata kabar dan foto itu hoaks. Fotonya juga ternyata hasil manipulasi. Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro, 78 tahun, Kamis, 24 Januari 2014.  Asaro sendiri dikenal sebagai salah seorang yang terlibat dalam sebuah pencurian heboh di terminal Lufthansa di Bandara JFK, New York pada 1978.

Entah kenapa Bil Gates menjadi sasaran perundungan tersebut. Yang pasti, pendiri Microsoft ini adalah dermawan pertama dari Amerika Serikat yang memberikan donasinya untuk melawan virus COVID-19.

Melalui Bill and Melinda Gates Foundation atas donasinya yang mencapai US$100 juta atau Rp1,47 triliun (kurs dollar Rp 14.723) sebagai upaya untuk membantu memerangi wabah virus COVID-19.  Sebelumnya, Bill and Melinda Gates Foundation juga sudah menyumbang US$10 juta untuk tujuan yang sama.

Disebutkan pula bahwa donasi Gates tersebut telah memenuhi sekitar 15% dari kebutuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar US$675 juta untuk memerangi penyebaran akibat COVID-19 itu.

Di antaranya US$60 juta dialokasikan untuk mendanai operasional WHO dan sebagian mengalir ke negara-negara yang berisiko terjangkit wabah virus COVID-19, dengan sistem perawatan kesehatan yang lemah. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk melindungi populasi yang berisiko di Afrika dan Asia Selatan. 

Tak hanya itu, pada 15 April 2020, Bill Gates bersama istri juga mengumumkan bahwa mereka menambah sumbangan lagi sebesar US$150 juta (Rp 2,3 triliun) melalui yayasan swasta miliknya. Semua dimaksudkan untuk membantu melawan pandemi virus COVID-19.

Demi COVID-19, milyarder kedua terkaya di dunia ini juga menyatakan mengundurkan diri sebagai dewan di Microsoft dan Berkshire Hathaway pada Jumat, 13 Maret 2020. Gates mengaku ingin fokus menjalankan Yayasan Bill & Melinda Gates yang dibuatnya sejak 2000.

“Saya telah membuat keputusan untuk mundur dari kedua dewan publik tempat saya berada, yakni Microsoft dan Berkshire Hathaway. Saya ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk filantropis,” ujar Gates melansir CNBC. Lebih lanjut, Gates mengklaim keputusannya mundur sebagai dewan sama sekali tidak berarti mundur dari perusahaan

Di dunia sepak bola,  pemain timnas sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo menyumbang EUR1 juta untuk tiga rumah sakit. Detailnya tiga unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit untuk penanganan COVID-19, dua di Lisbon dan satu di Porto. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan dan perlengkapan medis guna menunjang perawatan pasien COVID-19.

Selain itu, bersama anggota Timnas Eropa lainnya, Ronaldo juga menyumbangkan setengah dari bonus yang diperolehnya setelah lolos ke putaran final kualifikasi Piala Eropa 2020 untuk membantu klub-klub amatir lokal yang terdampak pandemi COVID-19. Diperkirakan seperti dikutip dari tempo.co dana yang terkucur bisa mencapai EUR4,7 juta atau sekitar Rp91,9 miliar.

Dari dunia hiburan di Hollywood, tercatat Ryan Reynolds dan Black Lively menyumbangkan US$1 juta atau sekitar Rp15 miliar untuk dua organisasi bantuan kelaparan selama pandemi virus COVID-19.

Seperti dikutip dari laman covid19filantropi, hal serupa juga dilakukan pasangan selebriti Ciara dan Russel Wilson yang menyumbangkan US$1 juta kepada Food Lifeline di Seattle. Mereka mendorong orang-orang yang mampu turut membantu bank pangan di kawasan masing-masing.

Pasangan artis lainnya, Steph dan Ayesha Curry, turut membantu mengatasi krisis global dengan menyumbang US$1 juta ke bank pangan di Oakland. Menurutnya, sumbangan itu bisa membantu sekitar 18 ribu murid yang selama ini bergantung pada makanan di sekolah setiap harinya.

Kemudian organisasi nirlaba milik penyanyi Rihanna, Clara Lionel Foundation, tercatat mendonasikan US$5 juta atau sekitar Rp83 miliar (US$1=Rp16.610) kepada foodbank atau organisasi nirlaba pangan lokal.

Donasi tersebut ditujukan untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para lanjut usia (lansia) serta masyarakat kurang mampu di tengah imbauan karantina serta Alat Pelindung Diri (APD) para tim medis di garda terdepan penanganan virus COVID-19.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk mendistribusikan banyak alat bantuan pernapasan serta membangun juga untuk perawatan ruang ICU. Bantuan itu juga akan diserahkan ke beberapa kawasan seperti Haiti dan Malawi.

Tak ketinggalan, penyanyi Justin Timberlake juga berdonasi untuk kampung halamannya melalui Mid-South Food Bank di Memphis, Tennessee. Menurutnya, semua harus bersatu dalam mengatasi masa-masa ini.

Hal yang sama dilakukan penyanyi Lady Gaga juga mendonasikan 20% dari penghasilannya satu pekan ke foodbank atau bank makanan di Los Angeles dan New York. Lady Gaga memberikan bantuan makanan untuk semua yang terinfeksi virus COVID-19 melalui donasinya tersebut.

Musisi muda, Justin Bieber juga tak ketinggalan memberikan donasi untuk menangani wabah COVID-19. Pada 26 Februari 2020 lalu, Justin Bieber mendonasikan US$29.000 atau sekitar Rp439 juta untuk anak-anak yang terpapar virus COVID-19 di Beijing. Sumbangan Justin Bieber tersebut disalurkan melalui Beijing Chunmiao Charity Foundation.

Boleh dibilang ada benarnya ungkapan blessing in disguise. Siapa pun dan di mana pun, kini bersatu melawan COVID-19. Tak peduli, bahkan, harus masuk berita hoaks seperti dialami Bill Gates di awal tulisan ini.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]