× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kereta Hidrogen Bakal Beropreasi Indonesia

By Redaksi
Kereta Hidrogen

Beberapa waktu terakhir beredar viral kabar tentang kereta hidrogen yang bakal beroperasi di Indonesia. Kalau benar terjadi, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia yang mengoperasikan kereta berbahan baku utama biomass dan sumber energi berkelanjutan lainnya ini.

Kereta hidrogen diproduksi oleh ALSTOM Jerman–Austria. Managing Director ALSTOM Jörg Nikutta, mengklaim biaya investasi dari kereta hidrogen justru lebih murah ketimbang kereta diesel. Kendati biaya pengadaan kereta lebih mahal, namun biaya pengoperasiannya cukup rendah sebab tidak menggunakan grid listrik dan mesin diesel. Biaya perawatannya juga terbilang murah. Selain itu, kereta hidrogen memiliki fitur kenyamanan yang sulit ditandingi yakni suara mesin yang tenang, sehingga perjalanan terbebas dari kebisingan mesin kereta.

Tapi betulkah kereta ini bakal beroperasi di Indonesia? Deutshce Welle (DW) Indonesia  mengabarkan, Direktur PT. KAI, Edi Sukmoro, saat  mengunjungi Niedersachsen, Jerman telah menjajal kereta hidrogen. Ia menyatakan minatnya dan membawa wacana pengoperasian kereta ini ke tanah air. Bulan lalu, dalam sebuah pertemuan di Berlin, Jerman, PT KAI telah menyerahkan draft MoU kepada ALSTOM.

“Ini wujud keseriusan kita untuk memulai kerjasama. Kita sudah sampaikan draft MoU-nya, dan ALSTOM akan sampaikan tanggapan. Target kita, saat kunjungan delegasi ALSTOM ke Indonesia nanti, MOU sudah bisa ditandatangani,” ungkap Vice President New Business Cooperation and Policy PT KAI, Aloysius Guntur Setyawan, seperti dikutip dari DW News, Senin (24/6).

Pihak ALSTOM menyambut baik ajakan kerjasama PT KAI. Mereka juga menyatakan keinginannya untuk berkunjung ke Indonesia. “Dalam waktu yang tidak lama kita berencana akan berkunjung ke Indonesia. Selain untuk membahas aspek teknis lebih jauh, kita juga ingin melakukan survei lapangan untuk lokasi proyek kereta hidrogen ini,” ujar Jörg Nikutta. Menurut Nikutta, Indonesia merupakan negara Asia pertama yang secara serius menunjukkan ketertarikannya pada kereta hidrogen.

Kereta hidrogen sendiri masih terhitung baru. Pertama kali diluncurkan pada 16 September 2018 di kota Bremervörde, negara bagian Niedersachsen. Kereta hidrogen ini dapat menempuh kecepatan hingga 140 km/jam. Untuk perjalanan sejauh 1.000 km, kereta ini hanya membutuhkan sekali pengisian bahan baku air berhidrogen yang telah disediakan dalam kontainer baja setinggi 1,2 meter. Sistem operasi kereta ini adalah elektrifikasi dari kombinasi hidrogen dan oksigen. Emisi yang dihaslkan berupa uap dan air. Sebuah moda transportasi massal yang ramah lingkungan.

Selain Indonesia, negara lain yang menujukkan ketertarikannya terhadap kereta hidrogen antara lain Austria, Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]