× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Keprotokolan Penting Bagi Dunia Usaha

By Redaksi

Dunia keprotokolan selama ini lebih banyak dikenal di kalangan pemerintahan. Padahal penerapannya dapat dilakukan di dunia swasta, karena protokol sendiri bertujuan untuk melaksanaan suatu kegiatan dan pada hal-hal yang mengatur setiap individu yang terlibat dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Seorang protokoler yang profesional harus mampu mengelola dan mengatur tempat, tata penghormatan, tata upacara, dan memiliki kepribadian yang menarik serta meyakinkan dalam berbagai acara.

“Keprotokolan ini penting. Apalagi kalau melibatkan pejabat pemerintah dan mengundang negara lain. Ada undang-undang yang mengatur itu. Selama ini memang identik dengan pemerintahan, padahal sangat mungkin diimplementasikan ke perusahaan. Banyak perusahaan yang kadang bingung dengan urutan dalam acara,” ungkap anggota Protokol Istana Wakil Presiden, Robby J. Prihana di sela workshop jelang PR Indonesia Awards (PRIA) 2019 di Bandung, Selasa (27/3/2019).

Menurut Robby, saat ini sebagian besar BUMN sudah menggunakan aturan keprotokolan. Sedangkan perusahaan swasta banyak pula yang sudah memulai. Tak lain demi efektivitas keberlangsungan sebuah acara. Robby mencontohkan pada sebuah peresmian pembukaan sebuah acara, panitia tidak tepat memposisikan gong yang sedianya digunakan untuk penanda pembukaan. Ketidaktepatan penempatan saja akan mengganggu jalannya acara.

“Bayangkan kalau kesalahan ini menyangkut orang penting. Bisa tersinggung. Pernah ada kejadian seorang tokoh meninggalkan acara karena merasa tak dihargai,“ tutur Robby.

Dalam workshop Robby memberikan aneka contoh formasi tempat duduk, posisi bendera jika melibatkan negara lain, letak yang tepat bagi tamu dan tuan rumah, dan hal detil lainnya. Aktivitas keprotokolan ini diatur oleh UU No 9 Tahun 2010. Aturan ini mengacu pada dunia internasional dengan beberapa penyesuaian. Dalam undang-undang tersebut tertulis perihal keprotokolan  dalam acara kenegaraan yang melibatkan pejabat negara mulai dari duduk, berdiri, hingga foto bersama. Tak ada sanksi jika terjadi kesalahan. Namun jika melibatkan pihak lain, terlebih negara lain, tentu saja akan berpengaruh pada kredibilitas dan berpotensi menggagalkan rencana kerjasama.

Menjadikan undang-undang sebagai acuan mengurangi potensi konflik. Hal unik yang seringkali terjadi di tanah air adalah terkait budaya. Robby mencontohkan, di daerah Jawa Tengah atau Yogyakarta, orang cenderung memilih untuk duduk di barisan belakang. Berbeda halnya dengan masyarakat luar Jawa, tak sungkan untuk mengambil posisi di depan. Di sinilah undang-undang berfungsi sebagai acuan, mengatur tentang posisi kursi dan peruntukannya.

Dalam workshop ini Robby juga berbagi tentang melatih otak kanan dan otak kiri, cara bertutur kata yang baik, cara bersalaman, cara berjalan, cara duduk, dan cara berpenampilan yang baik dan menarik. Termasuk di dalamnya adalah komunikasi.

Protokol wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang efektif, mulai dari penyesuaian intonasi dengan lawan bicara, pemilihan kata, dan pemahaman akan  kepribadian lawan bicara. Saat tercipta kondisi yang nyaman, komunikasi dua atau lebih pihak pun dapat dilangsungkan dengan baik. Berikutnya, koordinasipun dipastikan dapat berjalan dengan baik. “Jika pesan yang disampaikan tidak efektif, pimpinan akan sulit memahami dan rawan menimbulkan miskomunikasi. Bahkan memperbesar potensi kesalahan dalam melakukan prosedur protokol,” ujar Robby.

Keywords: , ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]