× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kenapa Sulit Tidur?

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Tidur sangat penting bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Kualitas tidur malam yang baik akan membuat Anda merasa segar keesokan harinya.

Beberapa penelitian mengungkapkan  bahwa kurang tidur terkait dengan menurunnya daya berpikir, konsentrasi, dan kemampuan bekerja. Lebih jauh lagi, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kurang tidur berperan dalam meningkatnya risiko serangan jantung, obesitas, diabetes, dan kanker.

Tidur berkualitas berarti tidur nyenyak dengan waktu yang cukup. Untuk mendapatkan tidur berkualitas, cari tahu kenapa anda tidak bisa tidur nyenyak seperti yang dilansir oleh Alodokter.com.

  • Stres

Stres merupakan respons terhadap masalah sehari-hari. Stres memengaruhi secara fisik, perilaku, dan emosional. Stres yang terlalu berat dapat membuat tubuh tegang dan cemas sehingga menyebabkan masalah tidur.

  • Kondisi medis

Ada banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan tidur nyenyak terganggu. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan masalah sulit tidur yakni penyakit asam lambung, kelainan tiroid seperti hipertiroidisme, radang sendi, asma, nyeri kronis, alergi, hingga depresi.

  • Usia

Memasuki usia 60 tahun, banyak orang yang mengalami perubahan pola tidur. Secara umum, mereka yang berusia 60 tahun ke atas sulit tidur nyenyak dan sering terbangun di malam hari.

  • Efek zat kimia

Alih-alih menenangkan, alkohol dan kafein yang Anda konsumsi dapat membuat Anda terbangun di malam hari lebih sering dari biasanya. Akibatnya, saat bangun tidur badan menjadi tidak segar. Bahkan terlalu banyak mengonsumsi alkohol kadang-kadang dapat menyebabkan sakit kepala dan berkeringat. Kecanduan nikotin juga dapat menyebabkan efek yang sama.

  • Irama tidur atau ritme sirkadian

Manusia memiliki ’alarm tubuh’ yang disebut dengan ritme sirkadian. Ritme ini berkaitan dengan siklus tidur. Makin rutin dan stabil waktu tidur yang Anda jalani setiap harinya, makin bagus kualitas tidur. Ritme sirkadian juga dapat berubah oleh kegiatan olahraga, tidur siang, dan paparan cahaya, misalnya bila Anda terus menerus melihat gawai sebelum tidur. Sering bepergian jauh ke tempat dengan zona waktu berbed akibat jetlag.

 

Keywords: , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]