× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kenapa Sikat Gigi Sulit untuk Didaurulang?

By Redaksi
Ilustrasi Sikat Gigi. Foto : inhabitat

MajalahCSR.id – Sekelompok peneliti di Kepulauan Cocos Keeling – sebuah pulau kosong kecil yang berukuran lebih kurang 9,6 km persegi, 2.080 km barat laut pesisir Australia – dikabarkan menemukan 373.000 sikat gigi di sebuah gunungan limbah plastik. Mencermati hal ini, inhabitat memberitakan, setiap orang yang peduli tentu bertanya apakah demikian sulitnya mendaurulang sikat gigi bekas. Sikat gigi nyatanya menimbulkan masalah baru. Sejujurnya, seberapapun kita peduli pada planet ini, kebanyakan dari kita tentu tak ingin dengan mengorbankan kesehatan giginya.

Jadi mengapa begitu sulit mendaurulang sikat gigi?

Para dokter gigi dan persatuan dokter gigi di Amerika termasuk di tiap negara, merekomendasikan mengganti sikat gigi tiap tiga atau empat bulan sekali, atau saat bulu sikat sudah tak layak digunakan. Hal ini berarti rata-rata setiap orang – dengan mengikuti saran tersebut – menghabiskan tiga hingga empat sikat gigi per tahunnya. Bahkan jika seseorang di Amerika hanya dua kali mengganti sikat giginya per tahun, diprediksikan akan terjadi limbah sampah 660 juta sikat gigi bekas yang memenuhi tempat pembuangan sampah akhir.

Kenapa hal ini terjadi? “Biasanya sikat gigi sulit didaurulang karena terbuat dari banyak komponen. Plastik dari minyak mentah, karet, campuran plastik lainnya,” terang Dr.  Nammy Patel, pengarang buku Age With Style : Your Guide to A Youthful Smile and Healthy Living. “Kondisi ini membuat sikat gigi baru bisa terurai lebih dari 400 tahun kemudian,” katanya.

Biasanya, pegangan yang mencengkram sikat menjadi bagian yang paling disorot. Tak seorang pun mau bulu sikat yang sudah usang sering digunakan mengganggu gigi saat menyikat. Dibutuhkan uapaya lebih untuk membereskan kembali sikat dan logam penjepitnya untuk membuatnya tetap rapih.  

Memakai Kembali Sikat Lama Anda

Ketimbang mendaurulang sikat gigi anda, lebih mudah untuk menggunakannya kembali. Patel menyarankan untuk memanfaatkan sikat gigi bekas sebagai alat bantu mewarnai rambut, membresihkan bagian mobil, atau apapun yang yang bisa dijangkau menggunakan sikat kecil. “Bisa pula dipakai untuk membersihkan kotoran di bawah alas kaki,” sarannya.   

Sikat gigi juga sangat efektif untuk membersihkan bagian-bagian di dapur, hingga sela-sela ubin kamar mandi. Hanya perlu menambahkan baking soda dan pemutih. Kita juga bisa membersihkan tombol keyboard komputer dengan sikat gigi kering. Selain itu masih banyak kegunaan lain, semisal membersihkan sikat rambut, keran air, hingga permukaan Velcro pada sepatu, pakaian atau sejenisnya.

Bahkan sikat gigi juga bisa menjadi alat lukis selain kuas untuk menambahkan efek tertentu pada lukisan. Jangan lupa, noda di tembok pun bisa dibersihkan dengan bantuan sikat gigi.

Alternatif Cara untuk Keberlanjutan

Tentu saja cara terbaik untuk menghindari dampak limbah sikat gigi adalah tidak membeli sikat yang berbahan sulit terurai. “Sikat gigi yang terbuat dari bahan berkelanjutan merupakan produk yang hebat,”ucap Patel. “Mereka menawarkan solusi pembersih gigi sekaligus ramah lingkungan.”

Bambu adalah salah satu bahan popular untuk alternatif pegangan sikat gigi. Setidaknya masih bisa untuk digunakan kaitan bagi sikat nylon. Ya, pegangan sikat gigi adalah bagian paling besar dari sebuah sikat gigi, sehingga penggunaan bambu merupakan satu langkah tepat menuju keberlanjutan.  Bahkan beberapa produsen sikat gigi (Bootrybe’s) sudah ada yang menarkan untuk mengganti sikatnya saja, sehingga pegangan sikat masih bisa digunakan bertahun-tahun. Di Indonesia sendiri salah satu produsen pasta gigi paling terkemuka yaitu Pepsodent sudah memiliki lini sikat gigi berbahan bambu.  

Anda juga bisa memilih untuk memakai sikat gigi dari bahan daur ulang. Sejak 2007 silam, Preserve sudah mendaurulang gelas plastik yogurt dijadikan sikat gigi. Saat sikat gigi anda sudah tak terpakai, anda bisa mengembalikannya pada Preseerve untuk kembali didaurulang.

Cara lainnya adalah memakai sikat gigi elektrik. “Sikat gigi elektrik adalah alternative terbaik dibandingkan sikat gigi biasa,” saran Patel. “Sikat jenis ini memberikan daya bersih yang ebih baik dan meminimalisasikan sampah.”

Ada beberapa brand sikat gigi elektrik yang disebut Patel sudah ecofriendly, seperti Foreo Issa dan Georganics.  Patel juga menyebut sebaiknya memakai skat gigi elektrik yang tenaganya bisa diisi ulang ketimbang bertenaga batere biasa yang justru menimbulkan masalah lingkungan baru.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]