× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kenapa Konservasi Ekosistem dan Lingkungan Perlu dilakukan?

By Redaksi
Dok. Rukmi

Jakarta – Majalahcsr. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan tropis. Antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua Samudera (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik) yang terdiri atas sekitar 17.500 pulau dengan panjang garis pantai sekitar 95.181 km.

Wilayah Indonesia luasnya sekitar 9 juta km2 (2 juta km2 daratan, dan 7 juta km2 lautan). Luas wilayah Indonesia ini hanya sekitar 1,3% dari luas bumi, namun mempunyai tingkat keberagaman kehidupan yang sangat tinggi. Indonesia merupakan rumah bagi ratusan suku bangsa yang berbeda dan lebih dari 3.000 spesies hewan serta lebih dari 20.000 jenis tumbuhan.

Dampak langsung dari aktivitas pertambangan dapat timbul khususnya pada saat pembukaan lahan, pelepasan material sisa tambang langsung ke badan air dan udara. Dampak langsung tersebut umumnya dapat diidentifikasi dan dilakukan upaya untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Sedangkan dampak tidak langsung dapat berasal dari perubahan sosial atau lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan dan seringkali lebih sulit diidentifikasi dengan cepat.

Untuk itu pemerintah sudah memiliki berbagai aturan tentang komoditas atau ekosistem termasuk keanekaragaman hayati yang ada didalamnya yang harus dijaga oleh pengusaha tambang. Peraturan terkait antara lain adalah Undang-undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Peraturan Pemerintah No.7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 Tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Daerah, serta SK Dirjen 2015 tentang Perlindungan Satwa Prioritas.

Kegiatan usaha pertambangan yang beresiko tinggi dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan fisik dan sosial inipun juga mendasari perlunya penerapan konsep pertambangan berkelanjutan. Di dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, kegiatan pertambangan berkelanjutan merupakan kegiatan yang diawali dengan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, dan kegiatan pasca/setelah tambang.

Melihat situasi ini, inisiatif guna menciptakan pedoman yang standar untuk menjaga keanekaragaman hayati di lahan-lahan pertambangan Indonesiapun muncul justru dari sektor swasta. Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sebagai asosiasi perusahaan yang fokus pada isu-isu sustainability, bersama dengan para stakeholders terkait menyusun “Panduan Konservasi Ekosistem dan Lingkungan di Indonesia bagi Dunia Usaha di Sektor Tambang”. Penyusunan dilakukan sesuai dengan best practice yang dikerjakan oleh PT VALE Indonesia di wilayah konsesinya dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Tujuan dari disusunnya buku ini adalah untuk memberikan panduan mengenai bagaimana melakukan pengelolaan lingkungan dan ekosistem pada sektor tambang secara lebih terstruktur dalam setiap tahapan pertambangan. Panduan ini juga disusun untuk memberikan pemahaman mengenai keanekaragaman hayati dan pengelolaannya sebagai salah satu bagian dari pilar pembangunan berkelanjutan.

Selain itu di dalam buku panduan ini juga dilengkapi dengan berbagai kebijakan, tools serta studi kasus dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yang diletakkan dalam kotak studi kasus untuk membantu pembaca dalam memahami apa yang dimaksud dalam langkah-langkah yang dijelaskan.

Buku ini diharapkan mampu memicu dan mendorong para pelaku usaha pertambangan di Indonesia untuk bisa meningkatkan pengelolaan keanekaragaman hayati didalam kosesinya supaya lebih berkesinambungan. “Melalui buku ini juga diharapkan bisa menjadi pedoman yang dapat membantu para pelaku usaha pertambangan untuk bisa melaksanakan good mining practice dalam proses pertambangannya” ujar Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc.

Penyusunan buku ini meskipun diinisiasi oleh pihak swasta namun juga melibatkan kontribusi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Panduan yang bersifat voluntary ini rencananya akan dijadikan bahan untuk mendukung dan melengkapi kebijakan pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait.

Keywords: , ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]