× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Kenapa Bhutan Menjadi Negara Berpredikat Karbon Negatif Pertama di Dunia?

By Redaksi
Bhutan adalah Negara Kecil yang Diapit Dua Negara Industri Asia, China dan India. Foto : jboots from Pixabay

MajalahCSR.id – Bhutan adalah negara kecil yang terletak di Asia Selatan, tepatnya di timur pengunungan Himalaya. Negara yang beribukota di Timphu ini disebut satu-satunya negara yang dinyatakan bebas emisi karbon.

Bhutan yang berbentuk monarki ini adalah negara mungil yang diapit India dan China. Luasnya hanya  38.395 km per segi dengan penduduknya yang diperkirakan 800.000 jiwa. Sehingga, turis pun dibatasi untuk berkunjung ke negara tersebut. Ada memang negara lainnya di dunia yang dinilai netral karbon. Tetapi Bhutan adalah satu-satunya yang mencapai negatif karbon.  

Daratan Bhutan masih banyak tertutupi hutan rimbun. Sekitar 72% dari wilayah adalah hutan yang secara alamiah mampu menyerap karbon secara cepat. Hal inilah yang menjadikan negara tersebut memiliki lingkungan yang negatif karbon.

Anak-Anak Warga Bhutan. Foto : VASUKI BELAVADI from Pixabay

Mayoritas warga berprofesi sebagai pengelola hutan dan bertani. Tak heran, emisi yang dihasilkan pun kurang dari 2,5 juta ton CO2 per tahun. Luksemberg adalah negara yang ukurannya sama, bahkan jumlah penduduk yang lebih sedikit, tetapi emisinya empat kali lipat.

Diapit oleh negara ekonomi industri raksasa Asia, India dan China, Bhutan tak tergoda untuk mengejar perekonomian kedua negara tersebut. Alih-alih mendorong perekonomian besar-besaran, mereka mengedepankan budaya, manusia, dan lingkungan di atas segalanya.

Matt Finch, analisis dari Lembaga Energi dan Intelektual Iklim Inggris, mengatakan pada CNN, “Bhutan kemungkinan mengatakan, ‘kami ingin lebih terhubung dengan negara tetangga, ingin industrialisasi dilakukan, kami juga menginginkan kemajuan ekonomi’ namun mereka ternyata tidak melakukannya. Kepemimpinan adalah soal menentukan apa yang dilakukan dan lalu melakukannya. Pemimpin Bhuutan menginginkan negaranya untuk tetap dalam kondisi negatif karbon. Dan mereka fokus dengan itu.”   

Pemerintah Bhutan menjadikan ukuran sukses adalah kebahagiaan bukan pencapaian pembangunan ekonomi. Hal ini terjadi sejak 46 tahun lalu. Bhutan mengembangkan sistem indeks sendiri yang disebut Gross National Happiness atau PDB/GNP versi mereka. GNP versi mereka ini menitikberatkan pada perlindungan alam, pengembangan yang berkelanjutan, pelestarian budaya, dan pemerintahan yang bersih.

Vijay Moktan, Direktur Konservasi World Wildlife Fund di Bhutan mengungkapkan, “Lebih mudah (untuk menerapkan sistem itu) dibanding India dan China, karena warga kami rata-rata hanya 20 orang per kilometer persegi. Kami juga memiliki komitmen politik. Pada dekade 2000-an, ada kebijakan awal untuk pembangunan hutan. Saat itu permintaan terhadap kayu demikian besar. Jadi, ketika Bhutan menjadi lebih demokratis pada 2008, kebijakan mandatori 60% wilayah hutan, dimasukkan ke dalam konstitusi negara. Kini kami punya wilayah yang 70% adalah kawasan hutan.”

Bhutan bahkan sebelumnya, pada 1999, sudah melarang ekspor log kayu. Itu belum ditambah kawasan hutan yang terlarang bagi aktivitas penambangan, polusi, dan perburuan. Semua perlindungan  itu dilakukan dalam upaya biologis, sehingga satwa dapat berpindah antar kawasan hutan secara bebas tanpa interraksi manusia.

Bahkan Juergen Nagler, pejabat program pembangunan dari Perserikatan Bangsa Bangsa, menyebutkan, Bhutan adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki konstitusi negara untuk melindungi hutannya.

Bhutan adalah contoh nyata negara yang kehidupannya menyelaraskan diri dengan alam, dan alam pun kembali memberi kehidupan pada mereka.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]