× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Karya Arsitektur Indonesia Menjadi Finalis Dezeen Awards 2019

By Redaksi
Alfa Omega School - Kompas

Dua karya arsitekstur tanah air berhasil masuk dalam daftar finalis penghargaan Dezeen Awards 2019. Yang pertama, Alfa Omega School karya RAW Architecture di Tangerang; yang kedua, Riverbend House karya firma IBUKU di Ubud.

Alfa Omega School masuk dalam kategori Civic Building, dan bersaing dengan 27 peserta dari berbagai negara. Lead Architect dari RAW Architecture, Realrich Sjarief mengatakan, bangunan sekolah tersebut dirancang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

“Bangunan ada di lokasi rawa, di bawah ketinggian tanah, di bawah level nol,” ungkap Realrich dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com tahun lalu.

Alfa Omega School berdiri di atas lahan seluas 11.700 meter persegi. Bangunannya sendiri luasnya sekitar 3.000 meter persegi. Dalam lingkungan sekolah terdapat empat buah bangunan utama, satu ruang workshop, satu dapur, dan dua buah gudang. Sang gudang merupakan bangunan unik, berupa bekas bedeng para tukang yang dimodifikasi. Gedung Sekolah Alfa Omega juga dirancang ramah lingkungan dengan konsep passive cooling building, sehingga tak membutuhkan pendingin udara.

Sedangkan Riverbend House masuk dalam kategori Hospitality Building, dan bersaing dengan 23 bangunan lain. Seperti dikabarkan situs IBUKU, struktur bangunan mengikuti bentuk sungai dengan seluruh strukturnya dibuat dengan material bambu. Hal menarik lainnya, penghuni dapat menikmati pemandangan alam dari ruangan yang terbuka 220 derajat. Rumah ini dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur dengan pemandangan Sungai Ayung di Bali.

Penghargaan Dezeen tahun ini menampilkan 267 proyek arsitektur yang akan bersaing dalam 10 kategori, antara lain Urban House, Rural House, Housing Project, Residential Rebirth Project, Civic Building, Cutural Building, Business Building, Hospitality Building, Rebirth Project, dan Small Building.

Pemenang dari setiap kategori akan diumumkan pada Okrober 2019 dan berikutnya saling bersaing dengan proyek arsitektur lainnya.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]