× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kapan Kapolri Tuntaskan Kasus Novel?

By Redaksi
Dok. Metrotvnews.com

Jakarta – Majalahcsr. Penegakan hukum berlaku ke siapa saja, tidak ada yang kebal untuk kesalahan hukum yang pernah dia buat. Jika mengingat penyidik KPK, Novel Baswedan yang  disiram air keras usai salat Subuh tak jauh dari rumahnya 11 April 2017 lalu, hingga saat ini kasusnya masih jalan ditempat.

Gereget melihat hal ini, kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian menyindir kinerja kepolisian dalam kasus penyerangan terhadap kliennya. Sebab hingga kini pelaku penyiraman air keras terhadap Novel belum juga terungkap.

“Saya minta kepada saudara Tito Karnavian (Kapolri), ini utang saudara, utang kita bersama,” kata Saor di Gedung KPK, seperti yang dilansir oleh metrotvnews.com, Kamis (22/2).

Saor mengatakan, 10 bulan waktu penyidikan kepolisian merupakan waktu yang lama. Dan hingga kini belum ada progress yang berarti. “Saya minta pertanggungjawaban kepada Polri agar segera tuntas,” terangnya.

Saor menambahkan bahwa perkara keadilan ini bukan hanya menyangkut Novel tapi keadilan bagi seluruh masyarakat. Teror yang menimpa kliennya, seharusnya menjadi penyemangat untuk bertarung melawan korupsi.

Saor harap agar Polri segera menuntaskan kasus penyerangan terhadap Novel dan menemukan dalang teror tersebut. “10 bulan saya kira ini harus segera di tuntaskan, itulah harapan kami dari aktivis koalisi masyarakat anti-korupsi, sekaligus pengacara Novel,” terang Saor.

Hari ini (22/2) Novel kembali ke Tanah Air setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura, usai disiram air keras. Setelah tiba di Tanah Air, Novel yang didampingi Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyambangi KPK.

Di KPK, Novel disambut mantan Ketua KPK Abraham Samad beserta para pegawai KPK dan aktivis antikorupsi. Dalam sambutannya, Novel berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla karena negara menanggung biaya perawatannya.

Novel juga mengatakan, teror yang dia terima tidak membuat ciut nyali siapapun, terutama pegawai KPK. Dia berharap teror yang dia terima menjadi penyemangat untuk memberantas korupsi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]