× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kapal Diamond Princess Telah Selesai Proses Disinfeksi

By Redaksi
Ilustrasi Kapal Diamond Princess. Foto : Istimewa

Di awal bulan Maret silam, muncul informasi keberadaan 69 awak kapal Diamond Princess asal Indonesia yang tertahan di Yokohama, Jepang. Puluhan awak kapal asal Indonesia tersebut menjalani karantina di atas kapal. Ke 69 awak yang terdiri dari 67 laki-laki dan 2 perempuan itu, akhirnya dijemput Pemerintah RI. Seperti diketahui, kapal tersebut dikarantina disebabkan ada penumpangnya yang terpapar virus Corona.

Kini, Diamond Princess Cruise secara resmi mengkonfirmasi selesainya proses disinfeksi menyeluruh pada kapal pesiar Diamond Princess. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh BELFOR Holdings, Inc., perusahaan berbasis di Amerika Serikat. Cakupan disinfeksi meliputi semua area kawasan dengan akses publik dan awak, kamar kabin penumpang, kamar kabin awak, serta kawasan kuliner dan hiburan.

BELFOR dipilih dari banyak perusahaan penyedia layanan terkemuka yang menanggapi permintaan global dari Princess Cruises dan kemudian disetujui penunjukkannya oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) yang memproses karantina kapal.

Bekerja dengan pengawasan ketat dari Princess Cruises dan otoritas kepemimpinan aparat kementerian MHLW (Ministry of Health, Labour, Welfare, Japan) BELFOR menerapkan prosedur pembersihan level tiga. Standar protokol yang ditetapkan adalah, ditentukan, dipantau, dan disetujui oleh Pusat Toksikologi dan Kesehatan Lingkungan (CTEH), MHLW, dan Princess Cruises.

Menjunjung tinggi prosedur dan protokol keselamatan dan demi proteksi semua individu yang terlibat dalam proses disinfeksi, teknisi pun telah melakukan pembersihan diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) bermutu tinggi.

Proses ini dimulai dengan pelucutan dan pengeluaran semua produk linen, selimut, bantal, dan bahan-bahan lainnya dari kapal pesiar. Kemudian, tim pekerja mendisinfeksi seluruh kapal di semua permukaan dengan frekuensi sentuhan tinggi dengan prosedur disinfektan. Kemudian, proses disinfeksi dan pembersihan turut dilakukan untuk mencakup semua jenis lantai, serta seluruh sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) di seluruh kapal.

Ratusan anggota tim operasi BELFOR dari Jepang dan Amerika Utara, Divisi Lingkungan, HVAC, dan Kelautan, telah bekerja sejak awal Maret untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pada awal April, pekerjaan sanitasi Diamond Princess telah selesai. MHLW mencabut status karantina dan memberikan sertifikat layak berlayar tanpa ancaman COVID-19 kepada Diamond Princess.

Sesuai rencana, Diamond Princess telah pindah dari lokasi sebelumya di terminal Daikoku di pelabuhan Yokohama ke galangan kapal terdekat untuk menyelesaikan perbaikan hotel, termasuk penggantian semua kasur, linen, mesin permainan, area mainan, peralatan layanan lainnya, serta beberapa proyek bersifat teknis lainnya. Fase ini diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2020.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]